- Beredar video yang menampilkan bentrok soal lahan di Rokan Hulu.
- Bentrokan bermula dari adu mulut hingga akhirnya berujung fisik.
- Sejumlah orang dikabarkan mengalami luka meski dilerai anggota TNI.
Di satu sisi, Vicky merasa sedih karena bentrokan itu antara karyawan yang dulunya sama-sama bekerja.
"Kami merasa dibenturkan. Orang-orang dari Agrinas itu mantan karyawan Torganda juga," sebutnya.
Vicky menjelaskan, lahan seluas 11 ribu hektar tadi, sebelumnya diserahkan para tokoh adat Luhak Tambusai Timur pada 1995, kepada PT Torganda untuk dikelola dan bekerjasama dengan masyarakat setempat.
Pada tahun 2003, keluarlah Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHBK).
Izin tersebut berlaku sampai tahun 2028. Lahan itu kemudian diperbolehkan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.
"Lahan itu mencakup tiga desa, yaitu Desa Tambusai Timur, Lubuk Soting dan Desa Tingkok. Dari 11 ribu hektar itu, masyarakat mendapat 2.500 hektare, dikelola dengan mitra PT Torganda," jelas Vicky.
Namun, pada Mei 2025, lahan tersebut disegel oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), dengan dalil masuk kawasan hutan.
Pihak perusahaan dan warga mitra, tidak mau keluar dari lahan karena sudah menjadi sumber utama kehidupan mereka.
Setelah penyegelan oleh Satgas PKH, pihak perusahaan (Torganda) dipanggil ke Kejaksaan Tinggi Riau untuk penyerahan lahan.
"Kami tidak mau menyerahkan lahan itu. Rupanya, terjadi penyerahan secara sepihak kepada Agrinas di Jakarta, tanpa sepegetahuan kami," sebut dia.
Agrinas mulai mengambil alih lahan tersebut. Perusahaan ini menunjuk KSO untuk mengelola kebun sawit tersebut.
Pada Selasa kemarin, Vicky dan ratusan karyawan lainnya berkumpul di dekat plang masuk kantor Torganda.
"Massa dari Agrinas datang sekitar 1000 orang, sementara kami cuma sekitar 100 orang," kata Vicky.
Massa dari pihak Agrinas, lanjut dia, mendekati plang masuk kantor. Pihaknya juga mendekat hingga terjadi adu mulut.
Lalu, Vicky mengaku ditarik ke kerumunan massa dan dipukuli hingga masuk parit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya
-
11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL
-
Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang