Eko Faizin
Jum'at, 13 Maret 2026 | 19:16 WIB
Video bentrokan di areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (12/3/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Beredar video yang menampilkan bentrok soal lahan di Rokan Hulu.
  • Bentrokan bermula dari adu mulut hingga akhirnya berujung fisik.
  • Sejumlah orang dikabarkan mengalami luka meski dilerai anggota TNI.

Di satu sisi, Vicky merasa sedih karena bentrokan itu antara karyawan yang dulunya sama-sama bekerja.

"Kami merasa dibenturkan. Orang-orang dari Agrinas itu mantan karyawan Torganda juga," sebutnya.

Vicky menjelaskan, lahan seluas 11 ribu hektar tadi,  sebelumnya diserahkan para tokoh adat Luhak Tambusai Timur pada 1995, kepada PT Torganda untuk dikelola dan bekerjasama dengan masyarakat setempat.

Pada tahun 2003, keluarlah Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHBK).

Izin tersebut berlaku sampai tahun 2028. Lahan itu kemudian diperbolehkan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

"Lahan itu mencakup tiga desa, yaitu Desa Tambusai Timur, Lubuk Soting dan Desa Tingkok. Dari 11 ribu hektar itu, masyarakat mendapat 2.500 hektare, dikelola dengan mitra PT Torganda," jelas Vicky.

Namun, pada Mei 2025, lahan tersebut disegel oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), dengan dalil masuk kawasan hutan.

Pihak perusahaan dan warga mitra, tidak mau keluar dari lahan karena sudah menjadi sumber utama kehidupan mereka.

Setelah penyegelan oleh Satgas PKH, pihak perusahaan (Torganda) dipanggil ke Kejaksaan Tinggi Riau untuk penyerahan lahan.

"Kami tidak mau menyerahkan lahan itu. Rupanya, terjadi penyerahan secara sepihak kepada Agrinas di Jakarta, tanpa sepegetahuan kami," sebut dia.

Agrinas mulai mengambil alih lahan tersebut. Perusahaan ini menunjuk KSO untuk mengelola kebun sawit tersebut.

Pada Selasa kemarin, Vicky dan ratusan karyawan lainnya berkumpul di dekat plang masuk kantor Torganda.

"Massa dari Agrinas datang sekitar 1000 orang, sementara kami cuma sekitar 100 orang," kata Vicky.

Massa dari pihak Agrinas, lanjut dia, mendekati plang masuk kantor. Pihaknya juga mendekat hingga terjadi adu mulut.

Lalu, Vicky mengaku ditarik ke kerumunan massa dan dipukuli hingga masuk parit.

Load More