Eko Faizin
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:19 WIB
Ilustrasi - Bacaan Niat Puasa Ramadhan Beserta Arti dan Tata Caranya [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Puasa Ramadhan 2026 versi pemerintah dimulai Kamis (19/2/2026).
  • Puasa diartikan menahan menghindari segala perkara yang dimakruhkan.
  • Niatnya dilakukan setelah terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar.

SuaraRiau.id - Pemerintah melalui sidang isbat pada Selasa (17/2/2026) memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Dalam satu tahun Hijriah atau Qamariah, terdapat satu bulan yang diwajibkan berpuasa, yakni bulan Ramadhan sesuai surat Al-Baqarah ayat 183.  

Melansir laman NU Online, puasa diartikan menahan seluruh anggota badan untuk menghindari segala perkara yang dimakruhkan.

Tidak sebatas menahan haus dan lapar. Dalam ibadah terdapat hal fundamental, termasuk dalam puasa wajib maupun sunah, yaitu niat.

Berikut penerapan niat puasa Ramadhan yang perlu diketahui, mulai dari tata cara, bacaan dan artinya.  

Tata cara niat puasa Ramadhan dalam niat puasa, tidak cukup sebatas pengucapan secara lisan saja, melainkan harus sampai pada hati.

Selain itu, diwajibkan pula menyertakan status puasa, apakah wajib, qadha atau nazar. Niat puasa dapat dilakukan setelah terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar (Subuh).

Kebiasaan masyarakat kita, niat dilakukan setelah shalat Tarawih berjamaah.

Cara demikian itu, menurut para ulama dianjurkan mengulangi niat kembali pada paruh malam yang terakhir (mendekati sahur).

Berikut bacaan dan niat puasa Ramadhan beserta artinya:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ad’i fardhi syahri Ramadhna hdzihis sanati lillhi ta‘l.

Artinya: Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.

Load More