SuaraRiau.id - Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru Ade Rinaldi terseret kasus dugaan proyek toilet fiktif di institusinya. Adik kandung mantan Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun inipun diperiksa Polresta Pekanbaru terkait perkara tersebut.
Toilet yang dipermasalahkan berada di lantai 1 ini ternyata bukan dalam bentuk pembangunan melainkan renovasi dengan dana yang dianggarkan pada 2024. Sedangkan toilet di lantai 2 gedung Bapenda Pekanbaru yang pengerjaannya sudah rampung menggunakan anggaran tahun 2023.
Ade menyampaikan jika toilet yang dilaporkan itu bukanlah fiktif, tetapi dalam keadaan renovasi. Sementara, informasi yang beredar adalah toilet di lantai 1, bukan di lantai 2.
"Saya bisa jelaskan, itu (toilet) tidak fiktif. Barangnya ada, kita hargai Polresta karena laporan dari masyarakat. Polresta memanggil saya pada Senin kemarin. Saya sudah jelaskan dan saya sudah bawa dokumennya ke Polresta," terangnya.
Ade mengaku sudah menyampaikannya ke Polresta Pekanbaru terkait kapasitasnya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Ia dimintai keterangan bersama pejabat pengadaan Bapenda Pekanbaru.
"Sementara yang dilaporkan itu merupakan toilet di lantai 1 bukan di lantai 2. Anggaran renovasi toilet tersebut berkisar sekitar Rp200 juta. Itu bukan pembangunan, dia direhab (renovasi)," terangnya.
"Dulu di sini (Bapenda Pekanbaru) ada tiga instansi, di lantai dua ini dulu dihuni Disperindag sama Koperasi. Setelah ditinggalkan pindah ke kantor di Tenayan, lantai dua ini rusak berat. WC dan toilet tidak bisa digunakan, itu kami rehab di tahun 2023 untuk di lantai dua," sambung Ade.
Terkait toilet ini, tim dari Inspektorat akan melakukan audit pemeriksaan dalam waktu dekat. Pada audit reguler tahun 2023 lalu, BPK tidak menemukan adanya penyelewengan dalam proyek pengadaan di Bapenda Pekanbaru.
"Pada audit reguler BPK tidak ada temuan terkait pengadaan kami. Toilet ini hanya rehab, bukan pembangunanpembangunan dan pengerjaan renovasinya di lantai dua sudah selesai semuanya. Yang di lantai 1 itu (dianggarkan) di tahun 2024.
Baca Juga: Kecanduan Film Dewasa, Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Tega Cabuli Adik Tiri
Kami menghormati prosesnya dan akan kami siapkan dokumennya. WC di pagu sekitar Rp200 juta dan merupakan proyek penunjukan langsung (PL)," terang Ade.
Selengkapnya baca di Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Berita Terkait
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Buka Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Bernanah
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
SF Hariyanto Sering Disebut, Diminta Dihadirkan dalam Sidang Abdul Wahid
-
BRILink Agen Capai 1,18 Juta, Perluas Layanan Keuangan hingga Pelosok Desa
-
Holding Ultra Mikro BRI Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha di Indonesia
-
5 Moisturizer yang Cocok untuk Usia 40-an, Jadikan Kulit Kenyal dan Halus
-
4 Sepatu Lari yang Ringan dengan Perlindungan Ekstra, Harga 400 Ribuan