SuaraRiau.id - Dua SD negeri di Pekanbaru ditutup terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 lantaran sekolah ini minim peminat yang mendaftar.
Kepala Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal mengungkapkan jika dua sekolah tersebut yakni SD Negeri 57 dan SD Negeri 87.
"SDN 57 di Jalan Semangka, pada PPDB tahun ini baru terdapat empat calon peserta didik yang mendaftar. Kalau (SDN) 87 memang sudah tidak terima murid tahun ini," jelasnya, Jumat (5/7/2024).
Jamal menuturkan jika nantinya untuk SDN 57 akan digabungkan dengan SDN 153 karena jaraknya hanya sekitar 200 meter. Sementara untuk SD Negeri 87 akan digabung juga dengan salah satu SD negeri yang terdekat di kawasan itu.
"Jadi ada dua sekolah yang akan kita 'merger'. Ini cara kita mengantisipasi sekolah yang kurang peserta didiknya," ucap Jamal.
Dia menjelaskan untuk proses itu, pihaknya masih menunggu proses pengalihan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Ditargetkan dalam waktu dekat sudah digabung.
PPDB tahun ajaran 2024/2025 tingkat SDN di Kota Pekanbaru, sesuai jadwal ditutup Kamis (4/7) malam. Total pendaftar di tiga jalur penerimaan di antaranya jalur zonasi, afirmasi dan perpindahan orangtua sudah mencapai 10.228 orang, sedangkan kuotanya 12.445 orang.
Kadis mengatakan hingga hari terakhir pendaftaran memang masih banyak sekolah yang belum terpenuhi kuotanya. Untuk itu agar kuota yang tersedia bisa terisi pihaknya akan mengambil kebijakan dengan mengakomodasi calon peserta didik tempatan yang tidak diterima saat pendaftaran secara daring.
"Jadi kebijakan kita, bagi masyarakat yang kurang mampu, atau ada persoalan dengan administrasi kependudukan, silahkan saja ke sekolah. Kalau ada kuota, kita perkenankan untuk diterima," ujarnya. (Antara)
Baca Juga: Pendaftaran Jalur Afirmasi PPDB SMA-SMK Swasta di Riau Diperpanjang
Berita Terkait
-
Usai Jadi Sorotan Nasional, SDN Tanggirejo Akhirnya Direvitalisasi
-
Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan
-
Atap Kelas Ambruk, Siswa SD di Grobogan Terpaksa Belajar Bergantian
-
Pamor SD Negeri di Ujung Tanduk: Krisis Siswa hingga Butuh Transformasi Pendidikan yang Mendesak
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik