SuaraRiau.id - Ramadan (36), residivis kasus pencabulan yang menganiaya pelajar perempuan di Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya ditangkap kepolisian setempat.
Kepada polisi, pria yang juga berprofesi sebagai petani itu mengaku menganiaya santriwati karena menolak melakukan hubungan layaknya suami istri.
Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Budi Setiawan menjelaskan, Ramadan ditangkap pada Selasa 28 Mei 2024 di sebuah rumah di Desa Belantakraya Indragiri Hilir.
"Dari pengakuan pelaku, korban dipukul menggunakan kayu jenis broti berulang kali hingga korban terluka parah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan Pasal 80 Ayat (2) Jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Sebelumnya, Suara.com memberitakan seorang pelajar perempuan di Indragiri Hilir luka parah usai dianiaya tukang sampan yang juga seorang residivis kasus pencabulan.
"Korbannya seorang santriwati J yang masih berusia 15 tahun. Korban dianiaya saat naik pompong di Sungai Gaung, Desa Pintasan, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir," katanya.
Budi menjelaskan kondisi korban mengalami tiga luka robek di bagian kepala, mata bengkak dan berdarah pada bagian hidung.
Dalam laporannya, korban menjelaskan bahwa awalnya korban hendak pulang kampung dari sekolahnya ke Desan Belantak. Saat itu, pelaku datang menawarkan tumpangan.
"Pelaku menawarkan tumpangan naik pompong kepada korban. Saat di perjalanan, kapal pompong berhenti dan saat ditanyai korban alasan pelaku memberhentikan kapalnya karena minyak sedikit," katanya.
Tak lama pelaku meminta nomor HP dan menawarkan makan kepada korban, namun ditolak. Pelaku yang naik pitam menyuruh korban turun dari sampan, tapi korban menolak.
Mendengar jawaban dari korban, pelaku lalu turun dari pompong dan mengambil sebatang kayu balok, dan menutup mulut korban dengan tangannya.
"Korban sempat melawan dengan cara menggigit tangan pelaku hingga terlepas. Pelaku yang kesal lalu memukul kepala korban dengan kayu balok tersebut hingga menyebabkan tiga luka robek di bagian kepala," jelasnya.
Usai memukul kepala korban, pelaku pergi meninggalkan korban dengan luka-luka di kepala di tepi sungai hingga akhirnya korban dibantu warga yang kebetulan lewat. Video korban yang babak belur viral di media sosial.
Kontributor: Rahmat Zikri
Berita Terkait
-
Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan
-
Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan
-
Kepala Dinas di Lebong Ditahan Usai Diduga Cabuli Siswi SMK yang Sedang PKL
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan
-
Muhammad Imanuddin Sumar Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Ditetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual!
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak