SuaraRiau.id - Kawasan Komplek Perumahan pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Rumbai, Pekanbaru yang semula terang mendadak gelap gulita, Sabtu (23/3/2024) malam. Ada apa?
Rupanya para penghuni rumah yang merupakan para pekerja PT PHR melakukan gerakan Earth Hour 2024. Hanya bias-bias cahaya jadi temaram dari balik jendela-jendela rumah tepat pukul 20.30 WIB.
“Tidak hanya mematikan lampu (switch off) selama satu jam, kami juga mematikan sejumlah barang elektronik lainnya,” kata Ray, salah satu pekerja.
Earth Hour sendiri adalah aksi kampanye untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu pemanasan global dan perubahan iklim. Aksi Earth Hour merupakan gerakan global yang diselenggarakan setiap tahunnya pada Sabtu terakhir bulan Maret.
Selama satu jam, mulai dari pukul 20.30-21.30 waktu setempat, masyarakat diajak untuk mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak diperlukan. Ini adalah simbol persatuan untuk menunjukkan kepedulian terhadap bumi.
Selain mematikan lampu, manajemen PHR mengajak pekerja juga mematikan seluruh perangkat elektronik yang tidak terpakai. Enam puluh menit tanpa listrik akan sangat berarti bagi bumi untuk istirahat dari polusi cahaya.
"Sebuah langkah kecil yang memiliki makna besar untuk bersama-sama melindungi bumi,” kata Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto, Minggu (24/3/2024).
Earth Hour bukan hanya sekadar mematikan lampu. Ini adalah tentang kesadaran akan pentingnya hemat energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Penggunaan energi yang berlebihan berkontribusi terhadap perubahan iklim, yang berdampak pada kesehatan planet dan semua kehidupan di dalamnya.
“Gerakan sederhana ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk bersama-sama peduli bumi. Berikan satu jam untuk bumi dengan menghabiskan enam puluh menit melakukan hal positif bagi planet kita,” imbuh Rudi.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, PHR konsisten dalam kegiatan penyelamatan lingkungan serta mengatasi perubahan iklim. Hal itu ditunjukkan dari sejumlah kebijakan maupun implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Berita Terkait
-
Lezatnya Bakso Lava Aisyah, Pilihan Tepat untuk Pencinta Kuliner Pekanbaru
-
Sensasi Martabak Sarang Tawon, Cita Rasa Unik di Pekanbaru
-
Masuk Babak Baru, Eks Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa Segera Diadili
-
Banjir Terjang Pekanbaru, Rumbai Terparah, Ribuan Warga Mengungsi
-
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Hujan Lebat dan Potensi Cuaca Ekstrem di Kota-kota Ini
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Silaturahmi ke Rumah Syamsuar, Gubri Wahid: Saya Minta Tunjuk Ajar
-
5 Tahun Tak Bisa Pulang, Bu Atun Bersyukur Ada Program Mudik Gratis dari BUMN
-
Gubri Abdul Wahid Ungkap Rencana Hadapi 'Badai' Efisiensi Anggaran
-
Polda Riau Ungkap Penyebab Penikaman Polisi hingga Berujung Maut
-
BRImo Siap Mendukung Transaksi Selama Libur Lebaran 2025 Seru dan Mudah!