SuaraRiau.id - Polsek Senapelan Pekanbaru mengamankan pria berinisial HN alias Ijal (31) lantaran melakukan pengancaman terhadap seorang pemilik warung dengan samurai.
Kapolsek Senapelan, Kompol Noak P Aritonang menyampaikan jika peristiwa itu bermula dari tersangka tidak puas terhadap pemilik warung yang diduga telah memarahi orangtua saat berbelanja air galon di kedai tersebut.
"Pelaku mengancam korban lantaran tidak terima melihat orangtuanya dibentak-bentak oleh korban saat berbelanja di warung milik korban," kata Noak pada Kamis (21/3/2024).
Mendengar orangtua diperlakukan kasar, HN mendatangi warung korban disertai dengan ancaman keras dan mengacungkan samurai ke tubuh korban, Sabtu (16/3/2024) sekitar pukul 18.35 WIB. Pelaku pun mengancam akan membunuh korban dan keluarganya.
"Pelaku tak terima melihat orangtuanya dibentak-bentak oleh korban dan segera mendatangi warung korban dengan membawa sebilah samurai," sebut Kapolsek.
Melihat ancaman, anak korban bernama Rizki (26) berusaha merebut samurai dari tangan pelaku, namun pelaku mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah anak korban.
"Anak korban berusaha melawan dan pelaku berhasil melarikan diri," jelas Kompol Noak.
Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Senapelan. Petugas mengamankan pelaku di rumahnya pada Senin (18/3/2024) sekitar pukul 14.00 WIB .
"Saat diinterogasi, pelaku mengaku nekat mengancam korban karena sakit hati atas perlakuan terhadap orang tuanya. Pelaku juga sudah sering membuat keributan di daerah tersebut, meresahkan warga," tambah Kapolsek.
Pelaku bersama barang bukti samurai yang digunakan dalam ancaman tersebut kini telah diamankan di Mapolsek Senapelan untuk proses hukum selanjutnya.
Berita Terkait
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Review Serial Song of the Samurai: Aksi Pedang Brutal di Akhir Era Edo!
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
PLN Klaim Listrik di Riau Kembali Normal 100 Persen usai Insiden Blackout
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit
-
Bareskrim Polri Selidiki Blackout Sumatera, Bawa Barang Bukti ke Puslabfor