SuaraRiau.id - Warga Pekanbaru kembali digegerkan dengan video yang merekam sejumlah orang memukuli satu unit sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman. Video itu diunggah akun media sosial Instagram @kabarpekanbaru pada Sabtu (2/3/2024) pagi.
Dalam video berdurasi 23 detik itu terlihat sejumlah pria menggunakan kayu memukuli sepeda motor dengan dua pria di atasnya. Terlihat juga yang dipukuli itu bagian lampu depan dan belakang motor itu hingga pecah.
Sementara di sisi jalan lainnya terdengar suara motor menggunakan knalpot brong hingga orang-orang mendekatinya.
Sontak video viral itu menuai beragam komentar dari pengguna Instagram itu. Ada yang mengaku melihat sendiri kejadian tersebut.
"Depan mata kali tadi malam kejadian ni, pas di depan Awal Bross Sudirman," tulis @alvinaramicciocta.
Bahkan ada nettizen yang menyinggung sosok polisi Ambarita.
"dah kek gini aja Pekanbaru, apa gak ada yang kayak pak Ambarita di Pekanbaru ya," sebut @henriirawan0889.
Tak hanya itu saja, ada juga yang menandai akun instagram Humas Polda Riau.
“@humaspolda_riau tolong pak, kenapa pekanbaru sekarang hancur gini, jadi takut kita pulang kerja pak.” pinta @sadampahlevi.
Video yang baru 1 jam diposting itu sudah ditonton sebanyak 33 ribu dan puluhan komentar beragam dari netizen. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait seperti polisi maupun pemerintah kota.
Sebelumnya, Suara.com pernah memberitakan terkait aksi bentrokan antara kelompak balap liar menggunakan knalpot brong yang menyerang warga sekitar tepatnya warga Jalan Puyuh Mas Pekanbaru.
Kapolsek Bukitraya, AKP Syafnil menyebut para pelaku penyerangan warga di Jalan Puyuh Mas, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru bukan kelompok geng motor.
"Kejadiannya malam Sabtu, ada 2 orang yang diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Bukitraya. Saat diintrogasi mereka hanya pelajar biasa dan masih berusia 16 tahun. Keduanya sudah kami pulangkan sesuai kesepakatan dengan warga juga," katanya.
Syafnil mengatakan bahwa rombongan yang menyerang warga itu adalah anak-anak di bawah umur yang awalnya kebut-kebutan menggunakan knalpot brong di dekat Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
"Warga yang melakukan tugas ronda menegur mereka karena menggunakan knalpot brong, namun mereka tak terima dan malah menyerang. Pengakuan pelajar yang diamankan ada yang mengaku dilempar batu," ujar Syafnil.
Berita Terkait
-
Sempat Jadi Pemulung, Fikri Temukan Kehidupan Baru di Sekolah Rakyat
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
SF Hariyanto Sering Disebut, Diminta Dihadirkan dalam Sidang Abdul Wahid
-
BRILink Agen Capai 1,18 Juta, Perluas Layanan Keuangan hingga Pelosok Desa
-
Holding Ultra Mikro BRI Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha di Indonesia
-
5 Moisturizer yang Cocok untuk Usia 40-an, Jadikan Kulit Kenyal dan Halus
-
4 Sepatu Lari yang Ringan dengan Perlindungan Ekstra, Harga 400 Ribuan