SuaraRiau.id - Ada sekitar 273 perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau. Ratusan perusahaan sawit ini beroperasi di 12 kabupaten/kota dan menguasai Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 1.739.300,85 hektare.
Namun, baru 145 perusahaan perkebunan sawit yang mengantongi Hak Guna Usaha (HGU) dengan luas lahan 992.992,02 hektare.
Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan luas lahan perkebunan sawit di Riau seluas 3,3 juta hektare atau 20,08 persen dari luas sawit secara nasional 16,3 juta hektare lebih.
"Ini artinya luas lahan sawit di Riau paling terluas di Indonesia," ujar Edy Natar.
Dia mengatakan jika angka itu, perizinan sawit di Riau ada seluas 1,7 juta hektare lebih, dengan jumlah perusahaan terdaftar 273 perusahaan. Sementara yang sudah memiliki HGU baru 145 perusahaan atau 53 persen.
Gubernur Edy menyampaikan jika ada perusahaan yang belum memiliki HGU sebanyak 128 perusahaan atau 47 persen, dengan luas lahan seluas 746.100,12 hektare atau setara dengan 43 persen.
"Ini kalau kita cermati merupakan persoalan tersendiri," terangnya.
Dari data tersebut, kata Edy, maka begitu banyak perusahaan sawit yang beroperasi di Riau ini yang belum memiliki HGU, namun tetap menikmati hasil sawitnya.
"Ini kan sebuah penyimpangan dan pelanggaran. Seharusnya hal-hal seperti ini tidak boleh lagi terjadi, kalau kita berada di kesadaran yang baik. Itu baru soal izin," sebutnya.
Edy mengungkapkan bahwa bicara soal kewajiban, perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi harus melaksanakan fasilitas pembangunan kebun sawit untuk masyarakat.
"Saat ini perusahaan perkebunan sawit yang baru melaksanakan partisipasi pembangunan kebun sawit masyarakat baru 56 perusahaan dari 273 perusahaan (20 persen) setara dengan 298.357,66 Ha, dari total lahan seluas 1,7 juta Ha lebih," tegas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar
-
BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI
-
Produksi Sawit RI Melonjak, Pemerintah Kejar Target B60 di 2028
-
Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset
-
Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya
-
Penampakan Desain Flyover Simpang Panam, Sarat Ornamen Khas Melayu
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
-
Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam