SuaraRiau.id - Arus lalu lintas di KM 83, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Kabupaten Pelalawan masih diberlakukan sistem buka tutup satu arah, Selasa (23/1/2024).
Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polresta Pelalawan AKP Akira Ceria saat dikonfirmasi Suara.com.
"Pagi ini masih buka tutup, arus kendaraan dari Sorek tujuan Pangkalankerinci dan sebaliknya terpantau padat merayap tetapi tetap jalan," katanya.
AKP Akira juga menjelaskan terkait banjir debit air di KM 83 terpantau masih setinggi lutut orang dewasa.
"Pagi ini air kembali terpantau setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50-60 cm," katanya.
Akira juga mengingatkan kepada masyarakat pengguna jalan untuk selalu hati-hati dan mengutamakan keselamatan.
"Kami juga mengimbau agar tidak menerobos antrean dan selalu patuh terhadap peraturan lalu lintas instruksi petugas di lapangan.
Terpisah, pada sebuah video yang diunggah akun @info_sorek dijelaskan bahwa kendaraan roda empat sudah mulai mencoba melewati banjir.
Dalam postingan terbaru, terlihat satu unit mobil sedan mencoba menerobos banjir di KM 76. Namun tidak lama mobil berwarna kuning itu putar balik.
"Ini teman-teman ada sedan memaksakan diri terobos banjir di Jalan Lintas Timur. Akhirnya putar balik dari Sorek tujuan Pangkalankerinci," sebut si perekam video.
Lebih lanjut, dalam narasi video dijelaskan juga bahwa banjir masih menggenangi Jalan Lintas Timur, tepatnya di KM 76-83, Pelalawan dan membuat kendaraan kecil seperti mobil sedan kesulitan melintas.
Pada Senin (22/1/2024) sore, sebuah mobil sedan memaksa untuk mencoba menerobos banjir. Namun upaya tersebut gagal karena air masih cukup dalam.
Mobil sedan tersebut akhirnya putar balik dan tidak melanjutkan perjalanan. Ketinggian air banjir di KM 76-83 masih mencapai 40-50 cm.
Kendaraan besar sudah bisa melintas, namun untuk kendaraan kecil seperti mobil sedan, city car dan sepeda motor, disarankan untuk tidak melintas.
Kontributor: Rahmat Zikri
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Mengapa Desa Pulu Memilih Sereh Wangi untuk Memulihkan Lahan yang Rusak Akibat Banjir?
-
Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya
-
Penampakan Desain Flyover Simpang Panam, Sarat Ornamen Khas Melayu
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
-
Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam