Eko Faizin
Selasa, 12 Desember 2023 | 13:25 WIB
Ilustrasi bakso (Freepik/jcomp)

SuaraRiau.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menerima Asosiasi Persatuan Pedagang Bakso Seluruh Riau (PBSR) dan Paguyuban Masyarakat Solo Riau (PAMOR) di Lantai 5 Gedung Utama Kemendag Jakarta, Senin (11/12/2023).

Kedatangan rombongan mewakili pengurus PBSR dan PAMOR disambut langsung oleh Menteri Zulkifli Hasan (Zulhas).

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso yang juga penasehat asosiasi itu melaporkan kepada Zulhas terkait cita-cita dan mimpi pedagang bakso untuk menjadi pioner sumbangsih pengembangan usaha kewirausahaan entrepreneurship khususnya bakso dan mie ayam bagi bangsa Indonesia.

“Usaha ini riil di Riau per hari putaran duit dari pedagang bakso Rp15 miliar. Peluang bisnis nyata sekaligus membuka lapangan kerja. Jika di managemen bagus semua sektor ekonomi terkait perbaksoan mendapat keuntungan,” ungkap Bagus.

Di momen yang sama, juru bicara PBSR Dr Santoso Almatesehi menyampaikan keberhasilan, kendala dan harapan dihadapan Menperindag yang didampingi para Dirjen dan staf menteri.

Dr Santoso mengungkapkan, PBSR mendata ada sebanyak 3.200 warung bakso dan mie ayam. Dengan perputaran duit mencapai Rp9,5-Rp15 miliar per hari.

Dengan menampung tenaga kerja sekitar 12 ribuan. Hanya saja para pedagang bakso sering menghadapi kendala di antaranya untuk ketersedian bahan utama.

“Kebutuhan daging setiap hari diperkirakan 32 ton, tepung 220, bawang putih 9,5 ton, bawang merah 12 ton, 14 ribu tabung gas, kecap 19 ton, saus 30 ton, cabe 12 ton, ayam 48 ton belum minyak dan penyedap rasa dan lainnya, maknanya bicara bakso juga bicara usaha lainnya.” kata Santoso.

Sementara itu, Mendag Zulhas menyatakan jangan meremehkan pedagang bakso karena dedikasi tukang bakso dalam menggerakkan ekonomi, membuka peluang pekerjaan dan pendapatan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat penting.

“Jangan memandang remeh keberadaan saudara kita yang menekuni profesi pedagang Bakso. Ini UKM yang terbukti rill dalam menopang ekonomi keluarga,“ kata Zulhas.

Mendag pun berkomitmen akan membantu berbagai kebutuhan serta memberi solusi demi kemudahan pelaku usaha.

Di antaranya pelatihan, distribusi barang seperti daging, tepung, minyak, gula dan lainnya serta terus mendorong kerjasama dengan perguruan tinggi.

Dalam pertemuan ini disepakati Menteri Zulhas mengintruksikan Dirjen terkait untuk mengawal dan memfasilitasi cita-cita asosiasi meranvag peluang menjadi distrobutor usaha untuk kebutuhan pedagang bakso.

Load More