SuaraRiau.id - Kasus Rempang, Kepulauan Riau semakin panas dan menjadi sorotan publik secara umum. Baru-baru ini, seorang emak-emak menyampaikan kekesalannya kepada Kapolri, Listyo Sigit Prabowo akibat kasus Rempang ini.
Dalam video yang diunggah, Kapolri Listyo Sigit Prabowo buka suara terkait kasus Rempang. Dirinya mengaku akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang nantinya akan direlokasi.
Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa tanah yang dihuni masyarakat ini merupakan milik otoritas BP Batam sehingga harus segera direlokasi dalam waktu singkat.
Himbauan dari Kapolri ini lalu ditanggapi oleh seorang emak-emak dalam video yang diunggah oleh akun @Heraloebss di X beberapa waktu yang lalu.
Emak-emak yang tidak diketahui identitasnya ini menyebut bahwa nenek moyang masyarakat Rempang sudah berada di lokasi tersebut sejak tahun 1720 lalu. Sedangkan BP Batam baru berdiri pada tahun 1971.
"Kapolri punya otak gak? Kalau punya kenapa gak dipakai? Nanti dibilang bodoh, marah ya kan? Asal sembarangan aja ngomong seenak jidat ya. Mereka itu pak, di sana itu nenek moyangnya tinggal sejak 1720 ya. Indonesia ini merdeka tahun 1945, BP Batam itu berdirinya kapan ya, kalau saya tengok di Google itu tahun 1971 ya" ujarnya kesal.
Dirinya mengaku kesal karena Kapolri Listyo Sigit Prabowo dirasa menyamakan warga Rempang dengan pendatang di area Sungai Ciliwung. Emak-emak tersebut memaksa Kapolri untuk mengaku mengenai status jual beli area ini.
"Kalau gak pakai hati, yaudah gentleman aja bilang, ini tanah udah kami jual kepada asing melalui HGU HGB apalah hantu blau. Gak usah bilang-bilang ini milik BP Batam lah, udahlah hati gak punya, otak gak dipakai pula. Dikirain rakyat ini bodoh apa" ungkapnya lebih lanjut.
Sebelumnya, warga menyampaikan kekesalan kepada pemerintah Batam yang akan menggusur area Pulau Rempang. Alasan penggusurannini adalah karena rencana proyek pembangunan Rempang Eco City.
Akibat keputusan ini, terjadi demo besar-besaran pada 8 September 2023 lalu. Bentrok antar warga dan pihak berwajib lalu terjadi hingga menimbulkan penggunaan gas air mata yang berbahaya bagi publik di lokasi sekitar.
Berita Terkait
-
Pasca Polisi-Warga Bentrok, 3 Menteri Rapat Bahas Percepatan Pengembangan Rempang Eco City
-
Sejumlah Menteri Kumpul Di Batam, Bahas Percepatan Pengembangan Kawasan Rempang
-
Ustaz Abdul Somad dan Sederet Pihak Dukung Warga Rempang Tolak Penggusuran
-
Rempang Eco City Punya Siapa? Investasi China hingga Keterlibatan Tomy Winata
-
Warga Rempang Menangis: Pak Jokowi Mohon Kami Tak Digusur
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare