Scroll untuk membaca artikel
Rezza Dwi Rachmanta
Sabtu, 16 September 2023 | 15:25 WIB
Demo tolak relokasi di Rempang di BP Batam, pada 11 September 2023 (suara.com/ist)

Dikutip dari BBC News Indonesia--jaringan Suara.com, konflik Rempang membuat kampung adat berusia dua abad terancam digusur. Belasan kampung adat di Rempang terancam hilang apabila proyek besar itu dilaksanakan. Salah satu dari 16 kampung adat di Pulau Rempang, terancam digusur untuk pembangunan proyek strategis nasional, Rempang Eco City.

Kampung Tanjung Banon terletak di ujung selatan Pulau Rempang. Warga menyebut kampung tersebut sudah 200 tahun berada di sana. Kini, Kampung Tua itu terancam digusur demi pembangunan Rempang Eco City yang digadang-gadang akan menyerap ribuan tenaga kerja. Warga Tanjung Banon pun diselimuti rasa cemas. Warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan takut rumah mereka digusur ketika mencari ikan di laut.

Presiden RI Jokowi sudah buka suara terkait konflik di Rempang. Menurutnya, ini hanya masalah komunikasi di bagian bawah. Ia meminta aparat tidak represif kepada masyarakat Rempang. Selain itu Jokowi mengungkap bahwa warga yang direlokasi akan diberi lahan 500 meter dan bangunan tipe 45.

Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Panglima TNI yang Perintahkan Piting Masyarakat Rempang Saat Pengamanan

Load More