Ilustrasi gempa bumi. [Antara/ist]
SuaraRiau.id - Kuantan Singingi (Kuansing) diguncang gempa bumi dengan magnitudo 4,3 pada Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 16.15 WIB.
Pusat gempa Kuansing berada didarat yakni 17 Km Barat Laut kabupaten tersebut. Sementara kedalaman gempa berjarak 10 Km.
Lokasi gempa ada di 0.36 LS-101.39 BT. Getarannya pun bisa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Solok Sumatera Barat (Sumbar) dengan skala III-IV.
Belum diketahui kerusakan atau korban akibat gempa Kuansing tersebut.
Berita Terkait
-
Breaking News! Berjarak 39 KM, Gempa Guncang Bandung Siang Ini, Berpusat di Darat
-
BREAKING NEWS! Gempa M 3,2 Guncang Kabupaten Bandung
-
Melihat Potensi Bencana Likuifaksi 'Tanah Bergerak' di Jogja, Ini Penjelasan BMKG
-
Kepala BMKG Klaim Bandara YIA Satu-satunya di ASEAN yang Tahan Gempa Besar dan Tsunami Setinggi 10 Meter
-
Kota Sabang Aceh Diguncang Gempa 6,1 Magnitudo
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat
-
KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan
-
Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
-
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus
-
Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH