SuaraRiau.id - Unggahan seorang warga yang mengaku anggota Brimob Polda Riau, Bripka Andry Darma Irawan, S.A.P viral di internet.
Pada Minggu (4/6/2023), Bripka Andry mengunggah slides foto yang disebut merupakan tangkapan layar percakapannya bersama Danyon B Pelopor Polda Riau, Kompol Petrus H Simamora, S.Sos.
Pada unggahan tersebut, Bripka Andry mengaku dirinya dimutasi dari Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Rokan Hilir ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru.
Dirinya mengaku keberatan dengan mutasi tersebut, lantaran dirinya harus mengurus sang ibu yang tengah sakit.
"ibu kandung saya mengajak ke Pekanbaru menemui Dansat Brimob Polda Riau untuk meminta pertimbangan terkait mutasi saya," tulis Bripka Andry di kolom caption.
Dirinya bersama Ibunda lalu menghadap Dansat Brimob, Kombes Pol Ronny Lumban Gaol, S.I.K untuk mempertanyakan alasan mutasi dirinya.
Pada pertemuan tersebut, Kombespol Ronny mengatakan bahwa penugasan Bripka Andry di Batalyon B Pelopor sudah terlalu lama dan terlalu nyaman, namun tidak berkontribusi kepada satuan.
Tak terima dengan alasan tersebut, Bripka Andry menjelaskan bahwa dirinya sudah melakukan semua perintah Danyon B Pelopor, termasuk pengajuan proposal pembangunan polindes ke Pemda Rohil hingga klinik tersebut dibangun di kantor Batalyon.
Tak hanya itu, Bripka Andry juga mengaku bahwa dirinya diminta mencarikan uang dari luar oleh Danyon dan menyetorkannya ke rekening pribadi dengan nomor rekening 172000146**** Bank Mandiri an. Petrus Hottiner Simamora sebesar Rp650 juta.
Mendengar penjelasan itu, Kombes Pol Ronny menyebut bahwa dirinya tidak menerima dana yang diminta Kompol Petrus dan meminta Bripka Andry bersama ibunya untuk kembali pulang.
Dalam perjalanan pulang, ibu Bripka Andry sempat merasa pusing dan terjatuh.
Bripka Andry mengaku dirinya telah diperintahkan untuk membantu dan mencari dana dari luar kantor yang telah dilakukannya sejak Oktober 2021 lalu.
"Saya laksanakan perintah itu dengan berkoordinasi kepada rekanan yang ada di lapangan. Sampai bulan februari 2023 saya sudah mengirimkan sejumlah *650 jutaan* ke rekening pribadi Danyon saya dengan nomor rekening 172000146**** Bank Mandiri an. Petrus Hottiner Simamora ada bukti-bukti transfernya," terangnya.
Selain itu, masih ada sejumlah uang diminta Kompol Petrus untuk kebutuhannya dan diserahkan secara tunai.
Bahkan, Bripka Andry juga mengaku bahwa dirinya diminta untuk mencari dana sebesar Rp53 Juta untuk membeli lahan, sebelum dirinya dimutasi.
Berita Terkait
-
Viral Curhat Anggota Brimob soal Setoran Ratusan Juta ke Atasannya, Ini Kata Polda Riau
-
Anggota Polisi Riau Ngaku Disuruh Cari Uang oleh Komandan, Kapolri hingga Mahfud MD Kena Colek
-
Skandal Korupsi dalam Polri: Bripka Andry Darma Irawan Ungkap Praktik 'Sapi Perah'
-
Viral Curhat Anggota Brimob Riau, Ngaku Setor Rp650 Juta ke Komandan hingga Dimutasi
-
ASN Wanita Digerebek Bareng Wabup Rohil Dinonaktifkan, Apa Kata Pengamat?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Aksi Bersih Pantai Kedonganan Dukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Pegadaian Tegaskan Seluruh Investasi Emas Nasabah Dijamin dan Diaudit Regulator
-
Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI Percepat Program Perumahan Rakyat
-
Gajah Mati Mengenaskan di Areal RAPP, Kepala Dipenggal dalam Kondisi Duduk
-
Lantik 2 Pejabat Pemprov Riau, SF Hariyanto: Tak Bisa Kerja, Ganti!