Seorang petugas pembawa uang ATM di Pekanbaru terkapar bersimbah darah ditembak perampok, Minggu (5/3/2023).
Tak lama seorang pelaku menembakkan senjatanya ke salah satu petugas pengisi uang hingga mengakibatkan korban terkabar bersimbah darah.
Dalam rekaman yang viral, korban nampak ditembak di bagian perut.
Dari data yang dihimpun, para pelaku melarikan diri dengan membawa satu kotak uang pengisian ATM.
Tag
Berita Terkait
-
Detik-detik Petugas Pembawa Uang ATM Ditembak Perampok di Pekanbaru
-
Gedung MPP Pekanbaru Terbakar, Api Diduga Berasal dari Ruangan Sekda
-
Viral Seorang Nenek Penjaga Warung Dipukul Pakai Balok di Medan
-
Nyaris Putus Dipotong Selingkuhan, Kelamin Pria di Sumut Kini Sudah Tersambung Kembali
-
INFO LOKER Pekanbaru: Terima Tantangan Buat Jadi Jurnalis di Suara Pekanbaru, Kirim CV Segera!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Rugikan Rp64 Miliar, 9 Tersangka Dugaan Korupsi Dana PI Tak Langsung Ditahan
-
Menhut Raja Juli Belum Kembalikan Semua Uang Amplop dari Suhardiman Amby
-
Momen Band Inggris, FUR Pose di Gerbang Emas Pekanbaru, Netizen: FUR-wodadi
-
Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby