SuaraRiau.id - Kecelakaan kerja terjadi di PT Bumi Siak Pusako (BSP) tepatnya di Area Zamrud, Kecamatan Dayun, Siak pada Kamis (26/1/2023) sekira pukul 15.30 WIB.
Dalam insiden tersebut satu orang tewas dan tiga orang lainnya luka-luka. Empat orang korban merupakan karyawan vendor (kontraktor) yaitu PT Dayatama Polanusa.
Polres Siak saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kejadian pipa BSP meledak yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal itu.
General Manager (GM) PT BSP, Ridwan tak menampik peristiwa itu menimpa empat orang pekerjanya.
Dikatakan Ridwan, pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut sehingga melayangnya nyawa salah seorang pekerja.
"Atas peristiwa tersebut kami meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat lainnya," kata GM PT BSP Ridwan, Selasa (31/1/2023).
Ridwan mengklaim seharusnya peristiwa itu tak perlu terjadi dikarenakan pekerjaan yang menyebabkan nyawa seorang pekerja melayang itu rutin dilaksanakan.
"Pekerjaan itu sebenarnya rutin dilakukan tapi mungkin dah qadarullah tak dapat awak elak," ucap Ridwan.
Kronologisnya, sebut Ridwan, empat orang pekerja ini sedang melakukan pekerajaan pembongkaran gate dan check vakve pada flowing sumur bekasap-2 yang merupakan sumur produksi dan saat ini dalam kondisi mati.
Pekerjaan itu, tambah Ridwan, sudah rutin dilakukan karena pekerjaan itu merupakan pembongkaran pipa bekas lebih kurang 10 meter.
"Jadi sumur itu sudah lama mati dan sumur tersebut kita bongkar untuk mengamankan aset. Pekerjaan sudah rutin dilakukan tidak ada masalah apapun," sebut Ridwan.
"Jadi pas memotong besi itulah terjadi kecelakaan kerja itu," tambahnya.
Menurut Ridwan, tewasnya pekerja itu bukan di tempat kejadian melainkan sudah sempat dilarikan ke rumah sakit.
"Empat pekerja itu masing masing sempat dilarikan ke rumah sakit," kata dia.
Lebih lanjut dijelaskan Ridwan, pihaknya sudah melakakukan pekerjaan sesuai dengan SOP.
"Namun sekarang lagi investigasi apa penyebab peristiwa itu," imbuhnya.
Pun demikian, Ridwan mengaku akan bertanggung jawab atas peristiwa yang menyebabkan salah seorang pekerja itu meninggal dunia.
"Secara profesional kami akan bertanggung jawab atas peristiwa ini terhadap keluarganya," tutur dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan meminta peristiwa meninggalnya seorang pekerja di PT BSP harus diusut sampai tuntas.
Hal itu dilakukan agar tidak ada peristiwa serupa terjadi kembali dimasa yang akan datang.
"Tadi kami panggil PT BSP dan Disnakertrans Riau untuk dengar pendapat. Dan saya minta peristiwa ini harus ada yang bertanggung jawab," kata Indra, Selasa (31/1/2023).
Ia menyampaikan, peristiwa itu sudah menyangkut nyawa seseorang sehingga sudah sepantasnya ada yang bertanggung jawab.
"Ini soal nyawa orang, jadi harus ada yang bertanggung jawab. Apalagi kalau korban ini adalah tulang punggung bagaimana nasib anak dan keluarganya," ungkap Indra.
Tak hanya sampai disitu, ia juga meminta kepada Distransnaker Riau untuk serius dan terbuka dalam melakukan investigasi di lapangan.
"Distransnaker Riau juga kita minta untuk memberikan hasil investigasinya secara terbuka agar persoalan ini terang benderang dan tahu ujungnya siapa yang harus bertanggung jawab," tegas Indra.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pengawasan Distransnaker Riau, Rival mengatakan pihaknya saat ini melakukan investigasi di lokasi kejadian.
"Kemarin kami sudah olah TKP, kami juga akan koordinasi dengan Dirjen Migas, SKK Migas terkait peristiwa ini," kata Rival saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Siak.
Rival juga belum dapat memastikan jumlah korban akibat meledaknya salah satu sumur di PT BSP itu.
"Belum tau informasi pastinya, sementara waktu ini informasinya ada empat," kata Rival.
Namun, Kabid anyar di Distransnaker Riau itu belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan terhadap perusahaan BUMD tersebut.
"Soal sanksi kita akan melihat bagaimana perstiwa sesungguhnya terjadi di lapangan," tutupnya.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
-
Kacaunya Kasus Tabrak Lari Selvi, Minta Pelaku Ditangkap Malah Aib Selingkuh Kompol D yang Terungkap
-
Motor yang Dikendarai Tabrakan, Pelajar SMKN 2 Kalianda Meninggal di TKP
-
Kompol D Ditahan Diduga Selingkuh dengan Wanita di Mobil Audi
-
Tabrak Pembatas Jalan Tol Krukut hingga Terguling, Pengemudi Wuling Diduga Kelelahan
-
Viral! Pembalap Liar Tabrak Beton Pembatas Jalan, Warganet: Beton Jadi Tersangka!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Jaksa Panggil Setwan Terkait Tunjangan Perumahan Dinas Anggota DPRD Siak
-
BRI dan Kemenpora Perkuat Masa Depan Atlet SEA Games 2025
-
Indonesia Berprestasi di SEA Games 2025, Menpora: BRI akan Transfer ke Rekening Atlet dan Pelatih
-
4 Mobil Bekas 100 Jutaan untuk Keluarga, Mesin Bandel dan Kabin Nyaman
-
3 Mobil Suzuki Bekas 7-8 Penumpang, Desain Gagah dan Fleksibel