Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 14 November 2022 | 15:21 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin. [Tangkapan layar]

Dalam perjalanan sejarah pasca-kemerdekaan, menurut dia, Pancasila sebagai dasar negara juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan.

Ketika memasuki euforia reformasi, dia mencontohkan, konstitusi telah mengalami beberapa kali amandemen. Hingga kini, lanjutnya, alam demokrasi semakin berkembang dan seolah-olah menuntut lebih banyak keterbukaan dan kebebasan.

"Dalam situasi ini, publik kerap bertanya bagaimana dan sejauh mana ideologi Pancasila memberikan panduan bagi negara dalam menyikapi ragam tantangan dunia. Namun, terlepas dari lika-liku dinamika perkembangan zaman, kita menyaksikan Pancasila tetap teguh sebagai pandu kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Pancasila, lanjutnya, juga tidak statis karena bukan dogma ideologi kaku; melainkan nilai-nilai luhur yang adaptif, inovatif, dan kreatif untuk menyikapi tantangan dalam beragam skala, baik regional, nasional, maupun global.

"Oleh karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan forum ini sebagai upaya menyuburkan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila secara konkret di tengah masyarakat, khususnya aparatur negara," tambah Maruf Amin.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan penguatan nilai-nilai Pancasila yang tercermin pada core values ASN, yaitu Ber-AKHLAK.

"Ingat itu. Jadi core values ASN adalah AKHLAK, AKHLAK itu artinya setiap ASN harus berorientasi pelayanan pada akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, disingkatnya AKHLAK. Saya ulangi, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif, serta mampu menjalankan semboyan bangsa, melayani bangsa dengan ikhlas," tegasnya.

Di akhir sambutannya, dia pun meminta seluruh ASN yang hadir untuk berkomitmen melayani masyarakat dengan ikhlas.

"Saya minta kita semua teriak, bangsa melayani bangsa dengan ikhlas. Itu intinya, itu. Kalau sudah bisa itu, insya Allah menjadi ASN yang baik," ujar Maruf Amin.

Turut hadir dalam acara tersebut ialah Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Filri Bahuri, dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto. (Antara)

Load More