SuaraRiau.id - Komentator sepakbola Valentino Simanjuntak mengundurkan diri dari host pasca tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Valentino Simanjuntak mengungkapkan bahwa menurutnya, keputusan itu merupakan pilihan terbaik untuk saat ini.
"Untuk sepak bola nasional gue mundur. Terutama ya liga sepak bola ini lah," tutur Valentino kepada Deddy Corbuzier, dikutip Selasa (04/10/2022).
Pria yang dikenal dengan teriakan 'jebret' ini menceritakan setelah dirinya bertugas menjadi komentator pada pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1, Sabtu 1/10/2022.
Valentino Simanjuntak sempat melihat secuil kejadian tersebut.
"Saat kejadian kemarin, setelah gue membawakan acara tersebut di studio dan gua cuman sempet dapet tuh gambar yang gak bisa dilihat pemirsa tapi bisa dilihat di gua, itu masih yang sering dilihat lah. Mulai ada penonton masuk terus coba diamankan. Akhirnya itu kayak normal disini, kalo di luarkan ga normal," sebutnya.
Rupanya Valentino Simanjuntak sudah beberapa kali mendapatkan informasi terkait korban jiwa tragedi Kanjuruhan. Namun, dirinya tetap mencoba untuk berfikir positif agar tak terseret hoaks.
"Pulang dari siaran, katanya ada 2 orang yang meninggal. Wah kok sampe 2 orang, gak lama gua isi bahan bakar kendaraan gua, 10. Dari 10 ke 40 , waduh kacau. Kadang-kadang kita ga bisa percaya," sambungnya.
Tetapi di pagi harinya, Valentino syok mendapatkan informasi bahwa ratusan manusia tewas lantaran pertandingan tersebut.
"Pagi-pagi secara resmi diumumkan 120-an, syok gue. At the lost point, kena mental. Gue gatau kenapa, rasa frustasi gue, rasa kecewa gua, rasa sedih gua, kok sampe segitunya. Ini kan nyawa ya, kok bisa sampai ratusan gitu ya apa yang terjadi," tambanya.
Deddy Corbuzier bertanya lebih lanjut tentang perasaan Valentino Simanjuntak saat ini. Valentino Jebreet menuturkan bahwa ia merasa lelah secara emosional, dan akhirnya memutuskan hal tersebut.
"Lo kecewa sama olahraganya, lo kecewa sama sepak bolanya, atau apa. Kan bukan salah lo?" tanya Deddy Corbuzier.
"Secara emosional aja itu, gue drop aja. Kayaknya gue capek," jawabnya.
Diketahui, tragedi Stadion Kanjuruhan menewaskan 125 orang. Peristiwa ini menjadi duka sepakbola dunia lantaran jumlah korban terbanyak kedua setelah insiden di Lima, Peru.
Tag
Berita Terkait
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Diminta Copot Kapolda Jatim Nico Afinta
-
Korban Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah, Polri Membantah: Sampai Hari Ini 125
-
Usut Tragedi Kanjuruhan, Janji Menpora: TGIPF Berpihak Pada Korban, Kami Tidak Akan Sepihak
-
Kisah Angga Meloloskan Diri dari Maut Tragedi Kanjuruhan, Saksi Mata Kericuhan di Tribun 10
-
Batas Kewenangan Prajurit TNI Dalam Pengamanan di Tragedi Kanjuruhan, ISESS: Tak Ada Alas Hukum yang Kuat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap
-
Dua Kurir Sabu 13 Kg Dibekuk di Pelabuhan Bengkalis, Hendak ke Palembang
-
BRI Fasilitasi Pekerja Migran Indonesia, Remittance Tumbuh 27,7% pada 2026
-
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Milik Warga Siak
-
Ribuan Paket Sembako Didistribusikan BRI bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali