Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Selasa, 30 Agustus 2022 | 19:19 WIB
Sebanyak 12 ekor sapi di Siak terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). [Ist]

Sementara itu, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Siak wilayah Kecamatan Kandis, Bukhori membenarkan adanya bantuan sapi tersebut.

Disampaikan Bukhori, 12 ekor sapi itu berasal dari kabupaten Kampar yang dipasok melalui agen.

"Kami sudah cari di Kecamatan Kandis, tapi gak ada sapi, makanya kami coba cari ke wilayah Kabupaten Kampar, jaraknya sekitar 10 km," kata Bukhori.

Diakui Bukhori saat pihaknya membeli sapi juga tidak disertai surat keterangan kesehatan hewan dari tempat asal hewan ternak itu.

Bukhori juga mengatakan pihaknya tidak berkoordinasi dengan Diskannak Siak dalam membeli sapi dari luar.

"Iya kami akui tidak berkoordinasi dulu dengan dinas soal bantuan sapi ini, itu khilaf kami," kata dia.

Bukhori mengklaim Is sempat merasa bingung dengan kondisi 12 ekor sapi tersebut setelah dibeli.

Disebutkannya, awal ia membeli sapi-sapi tersebut tidak ada tanda-tanda ada penyakit alias sehat.

"Namun setelah sehari dibeli ternaknya sudah menunjukkan gejala klinis," ungkapnya.

Atas peristiwa itu, kata Bukhori lebih jauh, pihaknya akan segera melapor ke pedagang sapi karena hewan ternak yang dibeli itu sakit bahkan ada yang sampai ada yang mati.

Load More