SuaraRiau.id - Citayam Fashion Week hingga kini masih hangat diperbincangkan publik. Bahkan fenomena ini mengundang sejumlah artis ikut beraksi di lokasi tersebut.
Tak hanya itu, demam Citayam Fashion Week (CFK) juga menyebar ke beberapa daerah di Tanah Air.
Di sisi lain, merek Citayam Fashion Week yang didaftarkan perusahaan Baim Wong ternyata menimbulkan polemik.
Sejumlah tokoh ikut menyoroti perkara tersebut, termasuk seorang influencer Dokter Tirta Mandira Hudhi.
Dokter Tirta sampai ngegas sewot juga urusan tongkrongan jadi ribet begini. Ia pun sepakat dengan Ridwan Kamil, Citayam Fashion Week biarkan mengalir saja, biarkan komunitas itu yang mengembangkannya.
dr Tirta pun heran dengan orang yang punya panggung besar namun masih mengganggu tongkrongan orang lain.
"Kenapa sewot, karena ribet asli. Pekara tongkrongan. Jalur KRL itu panjang, dari Citayem-Dukuh Atas itu murah, terjangkau. Maka nongkrongnya di Dukuh Atas, deket Stasiun Dukuh Atas. Mirip mbloc yg rame karena lokasi deket terminal blok M," tulis dokter Tirta dikutip Hops.id--jaringan Suara.com dari akun Twitter @tirta_cipeng, Senin (25/7/2022).
Banyak pula tongkrongan lain di Jakarta selain Dukuh Atas dan Blok M. Ada Taman Bulungan, Jalan Sabang, Situ Sawangan, Taman Menteng dan lain lainnya.
Lebih lanjut, Dokter Tirta menyindir, ada orang berduit publik figur yang ngerusak tongkrongan komunitas, dengan dalih ingin mengembangkan tongkrongan atau komunitas itu.
"Bisa ga sih, lo lo yang udah ada panggung gede dan udah berduit banyak, ga usah ngacak ngacak tongkrongan orang lain dengan dalih 'memajukan' dan 'membuat besar' Ga ada yg perlu dibuat besar. Sadarlah, Itu tongkrongan. Cukup ajarin kebersihan," tulis dokter yang juga akrab dipanggil Cipeng ini.
Terkait Citayam Fashion Week, Tirta sepemikiran dengan Gubernur Ridwan Kamil, supaya komunitas Citayam Fashion Week ini biarlah berkembang secara organik, karena kalau dicermati komunitas ini muncul sebagai gerakan organik.
Nah dalam hal mau ada pengaturan, dokter Tirta berpandangan ya pemerintah bukan mengatur isi konten tapi soal ekosistem yang bisa menjamin komunitas ini bertumbuh kembang.
"Kalopun di atur ya itu ranahnya pemerintah setempat dari soal kebersihan, waktu, dan terkait aturan aturan lain. Selayaknya ruang publik yg lain," tulis dokter Tirta.
Baim Wong tak jadi patenkan Citayam Fashion Week
Baim Wong akhirnya melepaskan niatan mematenkan merek Citayam Fashion Week dengan mendaftarkan ke Dirjen HAKI. Dia tak ingin orang berprasangka buruk padanya.
"Kalau itu meresahkan, saya tidak se-ambisius itu. Jadi kita mau melepaskan, karena menurut saya nggak mau jadi seperti ini," kata Baim Wong di kanal YouTubenya, Senin (25/7/2022).
Tag
Berita Terkait
-
Pendaftaran Citayam Fashion Week Dikritik, Legislator: Jika Diformalkan atau Komersial Sudah Beda Lagi Urusannya
-
Datangi Citayam Fashion Week Cinta Laura Punguti Sampah, Netizen Bandingkan dengan Jeje Slebew: Tidak Marah-marah
-
Baim Wong Sedih Dihujat Gara-gara Daftarkan HAKI Citayam Fashion Week
-
Heboh Paten Citayam Fashion Week, Politisi Golkar Desak Pemda Buka Ruang Publik yang Banyak
-
Baim Wong Sedih Dibilang Ambil Untung dari Citayam Fashion Week : Saya Tidak Ambisius
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar
-
Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei
-
Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka
-
3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Siak Capai 273 Hektare, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan