SuaraRiau.id - Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Muhammad Ilman mengatakan terdapat urgensi untuk melakukan restorasi mangrove.
Salah satu langkah mitigasi bencana di pesisir, di antaranya dengan mempercepat restorasi dengan mengatasi isu tambak yang berpengaruh terhadap kelestarian mangrove.
"Banyak penelitian ilmiah maupun kejadian langsung yang menunjukkan bahwa mangrove bisa meredam bencana. Sederhananya, banyak yang masih ingat pada tsunami Desember 2004, di tempat tertentu yang mangrove atau hutan pantainya relatif tebal, memang terjadi kerusakan di pemukiman, tapi tidak separah di tempat yang kosong, tidak ada mangrove," kata Ilman kepada Antara, Kamis (12/5/2022).
Dia juga menyebut bahwa mangrove di pesisir dapat menjadi penahan gelombang dan menahan erosi di kawasan pesisir.
Untuk itu, kata Ilman, perlunya urgensi restorasi mangrove secepatnya untuk memastikan terdapat perlindungan di kawasan pesisir guna menghadapi potensi bencana.
Terkait usaha restorasi mangrove, dia menyebut tambak tradisional masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan vegetasi itu. Untuk mengatasi isu tersebut, perlu dipergunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan, untuk memastikan keberhasilan restorasi mangrove sambil tetap meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Terutama dengan mengecilkan tambak-tambak yang terlalu luas, yang merusak mangrove. Setelah tambaknya kecil, sisanya sebagian besar dikembalikan ke mangrove," kata Ilman.
Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa wilayah tambak yang telah diperkecil tetap dapat menghasilkan produksi yang sama dengan tambak yang luas.
Menurutnya, hal itu diperlukan untuk memastikan kolaborasi dengan masyarakat yang merupakan mitra penting dalam usaha restorasi mangrove di Tanah Air. (Antara)
Berita Terkait
-
Disdamkartan Bontang Evakuasi Buaya Berukuran 2 Meter di Kawasan Wisata Hutan Mangrove
-
Bandung Barat Dilanda Hujan Deras Akibatkan Pohon Tumbang hingga Seret Sepeda Motor ke Gorong-gorong
-
Indonesia Punya Hutan Bakau Terluas di Dunia, Sayangnya 1,8 Juta Hektare dalam Kondisi Rusak
-
Evakuasi Hewan Ternak Bisa Cegah Pengungsi Bencana Gunung Api Kelaparan
-
Dugaan Perusakan Mangrove di Kariangau, Rahmad Mas'ud Akui Sudah Terima Laporan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah