SuaraRiau.id - Bulan Ramadhan pastinya digunakan umat Muslim untuk berlomba-lomba meraih keberkahan menjalankan ibadah secara sempurna.
Tantangan fisik selama berpuasa Ramadhan pun diuji, di antaranya menahan lapar dan haus, tubuh juga lebih terasa kurang berenergi.
Sejalan dengan itu, terdapat hadis populer berbunyi, “Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni.”
Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundani menjelaskan kandungan maknanya, di luar perdebatan dan matan hadis terkait unsur kesahihannya.
Ia menyatakan bahwa makna hadis di atas bisa jadi benar jika niatnya benar. Akan tetapi, beraktivitas di bulan suci Ramadhan kata dia lebih afdhal dibanding tidur.
“Memang ada ungkapan tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Kalau tidurnya dalam rangka menghindari dari perbuatan yang sia-sia atau maksiat, maka itu bisa jadi ibadah. Tapi kalau tidurnya hanya untuk menghilangkan kepayahan, mengulur waktu menunggu waktu buka, itu namanya menyia-nyiakan. Sebenarnya ya boleh-boleh saja tidur, tapi tinggal niat tidurnya tadi,” ulas Agus seperti dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id, Senin (4/4/2022).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa arti puasa secara rukun adalah niat dan imsak, yaitu menahan diri dari segala hal yang merusak atau membatalkan puasa, bukan sekadar makan dan minum saja.
“Bulan Ramadhan itu adalah bulan yang istimewa di mana seluruh amal perbuatan ditingkatkan balasan atau pahalanya, bahkan Allah sendiri yang membalas kebaikan pahala dari ibadah puasa itu,” ungkap dia.
Agus menerangkan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW, momen puasa jadi momen perjuangan melakukan perang.
“Jadi kalau di masa Rasulullah SAW, justru puasa itu sebagai momen untuk perjuangan di mana melakukan aktivitas perang di waktu itu. Bahkan kalau kita menarik konteksnya pada saat ini, lebih baik kita melakukan aktivitas kerja yang produktif daripada tidur," jelasnya.
"Karena kerja itu sendiri adalah bagian daripada ibadah yang jika dilaksanakan di bulan Ramadan, tentu pahalanya akan lebih banyak lagi daripada tidur,” sambung Agus.
Berita Terkait
-
Duh! Gus Baha Blak-blakan Tidak Pernah Mau Jadi Imam Salat Tarawih, Ini Alasannya
-
Pertamina Pastikan Stok BBM di Pekanbaru Selama Ramadhan Aman
-
Wajib Coba, Ini Resep Masakan Berbahan Telur untuk Sahur yang Menggugah Selera
-
Bar Dilarang Jualan Miras Selama Ramadhan, Nekat Sanksi Ini Menanti
-
Simak Lirik Lagu Ana Ana - Sabyan Gambus
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Dari Desa Pesisir ke Panggung Nasional, Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
-
BRI Cetak Prestasi Lewat Penghargaan Domestik Dealer Utama 2025
-
Spesifikasi dan Harga POCO F8 Terbaru di Blibli
-
Inilah Kisah Sukses Desa Pajambon Lewat Program Desa BRILiaN Karya BRI
-
Dari Earth Hour ke Aksi Nyata, Inilah Komitmen Berkelanjutan BRI