SuaraRiau.id - Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Riau meningkat menjadi enam orang pada Senin (28/2/2022). Hari sebelumnya hanya tiga pasien.
Menurut Juru bicara Satgas Covid-19 Riau dr Surya Hajar, selain memiliki penyakit penyerta pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia tersebut juga sudah berusia lanjut, berusia di atas 60 tahun.
"Pasien Positif Covid-19 yang meninggal belakangan ini banyak yang sudah berusia lanjut dan juga punya komorbid," kata dr Surya dikutip dari Antara, Senin (28/2/2022) malam.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta kepada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk dapat melakukan isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan pemerintah. Sementara, bagi yang bergejala hendaknya langsung menuju ke sarana kesehatan terdekat.
"Tujuannya jika mengalami keluhan bisa langsung dipantau oleh tim dokter dan mendapatkan pengobatan," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Riau Masrul Kasmy mengatakan kasus Covid-19 pada Senin (28/2/2022) bertambah 515 orang dari hari sebelumnya mencapai 756 orang.
"Penambahan kasus Covid-19 terbanyak masih terjadi di Pekanbaru 238 kasus," katanya.
Dikatakan dia, penambahan kasus baru juga terjadi pada Kampar 41 kasus, Pelalawan 8 kasus, Indragiri Hulu (Inhu) 44 kasus, Indragiri Hilir (Inhil) 9 kasus, Dumai 15 kasus, Kepulauan Meranti 9 kasus, Bengkalis 23 kasus, Siak 26 kasus, Kuantan Singingi (Kuansing) 11 kasus, Rokan Hilir (Rohil) 4 kasus, Rokan Hulu (Rohul) 9 kasus dan luar provinsi 78 kasus.
"Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini berjumlah 6.217 dan 5.947 orang. Hasilnya, 515 positif Covid-19," kata Masrul.
Sedangkan, pasien sembuh bertambah 834 orang dan kasus kematian karena Covid-19 bertambah 6 kasus.
"Sehingga total kumulatif kasus Covid-19 di Riau menjadi 141.310 kasus. Yang diantaranya, 129.522 sembuh, 4.183 meninggal, 7.470 isoman dan 135 rawat di rumah sakit," jelasnya.
Kemudian, untuk realisasi vaksinasi dosis I di Riau sampai tanggal 28 Februari 2022 sudah 92,65 persen.
"Totalnya sudah 4.484.386 orang yang divaksin dosis I atau 92,65 persen dari target. Lalu, vaksinasi dosis II sebesar 3.237.536 atau 66,89 persen," jelasnya.
Sedangkan, vaksinasi lansia dosis I mencapai 213.143 orang atau 66,10 persen dan dosis II mencapai 150.075 orang atau 46,54 persen.
Kemudian, vaksinasi anak dosis I mencapai 424.284 orang atau 59,57 persen dan dosis II mencapai 151.502 orang atau 21,27 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 25.054 Orang, DKI Jakarta Sumbang Kasus Positif Terbanyak
-
Terus Berkurang, Pasien OTG Covid-19 di Graha Wisata TMII Tersisa 21 Orang
-
Enam Kasus Covid-19 Meninggal Dunia Hari Ini, 2 Orang Usia Produktif dan Sudah Vaksin 2 Kali
-
90 Persen Pasien Positif Covid-19 di Kepri Terpapar Varian Omicron
-
Bertambah 2.750 Orang, Pasien Covid-19 di DIY Mencapai 188.286 Kasus
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Penyeberangan Roro Bengkalis Resmi Gunakan Sistem Tiket Elektronik
-
Kasus Korupsi Flyover Simpang SKA, KPK Periksa Kepala Kantor Semen Padang Riau
-
Terungkap Temuan Baru Obat-obatan di Klinik Ilegal Eks Finalis Puteri Indonesia
-
Menantu Ajak Rekan Habisi Nyawa Mertua di Pekanbaru: Kejahatan Sangat Keji
-
CEK FAKTA: Benarkah DPR Setujui Gaji Guru Rp5 Juta per Bulan?