SuaraRiau.id - Dorce Gamalama akhir-akhir ini menjadi perhatian publik usai mengabarkan bahwa dirinya dalam masa penyembuhan akibat sakit yang ia derita.
Bunda Dorce, begitu akrab ia dipanggil, bahkan mengaku sudah menyiapkan kain kafan.
Tak hanya itu, Dorce Gamalama juga mengeluarkan pernyataan soal wasiatnya agar kelak dirinya ketika meninggal dimakamkan sebagai perempuan.
Namun, keinginan Dorce Gamalama dimakamkan sebagai perempuan membuat mendapat sejumlah ulama, salah satunya Gus Miftah.
Gus Miftah terang-terangan menyebutkan kalau secara syariat Dorce Gamalama seharusnya dimakamkan sebagai laki-laki.
Terkait dengan penjelasan Gus Miftah, Dorce Gamalama akhirnya menanggapi hal tersebut.
Bunda Dorce malah balik mengimbau para kyai dan ustaz untuk tak terlalu mengomentari wasiatnya. Cuplikan video pernyataan Dorce itu diunggah oleh akun IG @pembasmi.kehaluan.reall.
"Assalamualaikum, kepada kyai, ustaz-ustaz yang telah menerangkan keadaan mati saya, siapa yang akan memandikan saya, siapa yang akan mengubur saya, biarkan keluarga saya yang mengurusnya," ujar Dorce dikutip dari MataMata.com.
"Mau kain kafannya 7 lapis, 8 lapis, saya serahkan kepada yang mengurus. Mau laki-laki boleh, perempuan boleh, laki perempuan boleh, siapa saja boleh yang memandikan saya," pungkasnya.
Lantas Dorce meminta para kyai untuk tak memberikan komentar buruk tentang keinginannya yang bisa membuat publik gaduh.
"Jadi kyai-kyai yang sudah terkenal sekalipun, jangan memberikan komentar yang kurang baik," ujar Dorce Gamalama lagi.
"Harusnya Anda seorang kyai memberikan suguhan dan juga himbauan kepada siapapun. Karena saya juga manusia yang mempunyai tanggung jawab hidup dan mati saya," pungkasnya.
Sejumlah netizen mengkritik sikap Dorce yang enggan ditegur oleh para kyai.
"Dinasihatin kok gak terima," tulis netizen.
"Bertobat sebelum ajal menjemput Insya Allah...Aamiin Ya Rabb," sahut yang lain.
Berita Terkait
-
Jangan Takut Berbisnis, Ini Pilihan Program Bantuan Untuk Perempuan Wirausaha
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
-
Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL
-
Perusahaan Ini Klaim 44% Posisi Manajerial Diisi Perempuan
-
Tips Memilih Webinar Pengembangan Diri Perempuan Indonesia
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Pungut Retribusi Sampah secara Tunai di Pekanbaru Bisa Dilaporkan
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak