Eko Faizin
Taufik Ramsyah semasa hidup. [Instagram@tornadofcpekanbaru]

SuaraRiau.id - Kiper Tornado FC Taufik Ramsyah meninggal dunia usai terlibat insiden benturan dengan pemain lawan saat berlaga di Stadion Universitas Riau pada 18 Desember lalu.

Meninggalnya Taufik Ramsyah membuat pemilik Klub Tornado FC, Muflihun kesal. Hal itu lantaran tenaga medis serta Panitia pelaksana disebut tidak siap secara prosedural dalam penanganan pemain yang cedera di tengah pertandingan.

"Asprov PSSI tidak siap secara prosedural dan secara medis mereka lambat menangani Taufik Ramsyah," ujar Muflihun kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (22/12/2021).

Ia meminta ke depannya tenaga medis yang ada pada pertandingan lebih sigap dan cepat jika ada insiden dalam pertandingan.

"Walau kita menerima ini adalah takdir, namun tentu kedepan ini jadi pelajaran buat kita semua saat menggelar kompetisi ditingkat liga profesional maupun amatir agar tidak lalai," kata Muflihun.

Sekwan DPRD Riau ini kembali menegaskan kepada Asprov PSSI diharapkan agar lebih maksimal dan sigap dalam penanganan insiden dalam pertandingan sepakbola, seperti benturan sesama pemain.

"Kami harap panitia lebih berhati-hati dan dan jeli jika melakukan pertandingan sepakbola," ungkap dia.

Sebelumnya, Taufik Ramsyah mengalami cedera parah di kepala setelah mengalami benturan dengan pemain lain saat memperkuat timnya di Liga 3 Riau.

Kiper kelahiran Kuansing tersebut kemudian pingsan setelah berbenturan kepala dengan pemain lawan dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah dioperasi, Taufik tetap tak siuman dan akhirnya meninggal, Selasa (21/12/2021).

Komentar