SuaraRiau.id - Anggota polisi bersama para tenaga kesehatan pada 12 kabupaten dan kota di Riau menggelar vaksinasi Covid-19 ke warga, namun data orang telah divaksin di lapangan dengan terdata di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tak sinkron.
Contohnya, data lapangan dikumpulkan Polda Riau dari 12 Polres dan Polresta, Rabu (15/12/2021), capaian vaksinasi mencapai 97.250 dosis. Angka ini jauh lebih kecil seperti terdata di Kemenkes di hari sama 23.317 dosis.
"Ketidaksinkron data antara manual dikumpulkan Polda Riau dan Kemenkes tentu akan merugikan pencapaian vaksinasi masyarakat Riau. Seharusnya mereka terdata, karena sudah vaksin, ternyata tidak saat dicek di website atau aplikasi PeduliLindungi," ungkap Dosen Ilmu Pemerintahan Unri, Tito Handoko, Jumat (17/12/2021).
Apalagi, tutur penyandang gelar doktor ini, setiap aktivitas warga saat ini dipersyaratkan harus sudah vaksin, minimal satu kali.
Mau pergi luar Riau dengan menaiki pesawat, wajib vaksin. Tak hanya itu, masyarakat hendak ke mall saja saat ini wajib vaksin.
Sudah seharusnya pemangku kepentingan, baik Kemenkes, Dinkes, Polda Riau serta pihak-pihak terkait dengan vaksin, duduk bersama guna mencari solusi sehingga capaian vaksinasi telah dilakukan tidak merugikan.
"Ayolah Kemenkes ajak Dinkes Provinsi, kabupaten dan kota, serta Polri, TNI dan pihak-pihak terkait duduk bersama guna mencari solusi. Sehingga antara data di lapangan yang sudah vaksin dengan dipublikasi di website Kemenkes sinkron. Tidak ada dirugikan," ajaknya.
Berdasarkan data diperoleh dari 12 Polresta dan Polres seluruh Riau, tutur Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Riau, Kombes Pol dr Aris Budiyanto, Sp HT, untuk hari Rabu (15/12/2021), sudah divaksin 97.250 dosis.
Namun, dari jumlah tersebut, tercatat di dashboard Kemenkes Riau hanya melakukan vaksin 23.317 dosis. Ini jelas merugikan pencapaian vaksinasi telah dilakukan Polda Riau bersama-sama Nakes di daerah.
"Itu merugikan pencapaian vaksinasi telah kita lakukan bersama Nakes di daerah. Kita siang malam bersusah payah vaksinasi terhadap warga," jelasnya.
Berdasarkan data vaksinasi dilakukan Polda Riau selama sepekan terakhir, Kamis (9/12/2021) tercatat 77.273 dosis, Jumat (10/12/2021) 64.658 dosis, Sabtu (11/12/2021) 83.161 dosis, Minggu (13/12/2021) 69.133 dosis.
Per Senin (14/12/2021) warga sudah divaksin sebanyak 83.645 dosis, Selasa (14/12/2021) 90.615 dosis, Rabu (15/12/2021) 97.250 dosis serta terbaru kemarin, Kamis (16/12/2021) 98.442 dosis.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadiskes) Riau, Masrul Kasmy, mengatakan pencapaian vaksinasi warga tidak sinkron datanya di lapangan dengan yang sudah terpublikasi di Kemenkes.
"Memang ini satu masalah kita pada saat entry data di pusat data laporan Covid nasional KPCPEN, data hanya ini diakui pusat. Sedangkan data manual tak diakui pusat," jelasnya.
Selain itu, ada kendala pendekatan dilakukan berbasis NIK, serta jaringan internet di daerah belum sama kualitasnya dengan perkotaan.
Berita Terkait
-
Gawat! Spanyol Laporkan Kenaikan Kasus COVID-19 Dua Kali Lipat
-
Omicron Masuk Indonesia, Pemerintah ke Warga: Jangan ke Luar Negeri Dulu
-
Deteksi Dini Kanker Bakal Ditanggung BPJS Kesehatan? Ini Kata Kemenkes
-
Wakapolda Sebut Ada 1 Daerah di Lampung yang 10 Ribu Warganya Belum Divaksin
-
Kemenkes Deteksi Kasus Kedua Omicron, 2 Pasien dari Perjalanan Amerika dan Inggris
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah