SuaraRiau.id - Varian baru Covid-19, Omicron beberapa waktu belakangan ini menjadi sorotan berbagai negara di dunia. Sejumlah negara mendeteksi virus tersebut sudah masuk ke wilayahnya.
Di Indonesia informasi terbaru, varian Omicron dikabarkan sudah masuk. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tiga orang pekerja di Wisma Atlet terpapar Covid-19, salah satu dari tiga sample adalah Omicron.
Masyarakat diharapkan tidak panik dengan kemunculan varian Omicron di Indonesia. Ada tiga "senjata" yang harus dipersiapkan untuk menghadapi Covid-19 varian baru tersebut.
Hal itu diungkapkan dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD yang merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam yang juga vaksinolog.
"Pertama, menjaga daya tahan tubuh dengan olahraga rutin, makan teratur dan menerapkan pola hidup sehat. Kedua, menerapkan protokol kesehatan 5M dan ketiga perlindungan ekstra dengan vaksinasi lengkap," kata Dirga dikutip dari Antara, Rabu (15/12/2021).
Oleh sebab itu ia menyarankan bagi warga yang belum vaksin segera untuk vaksin, karena penting sekali untuk meningkatkan antibodi, supaya dapat memberikan perlindungan dari berbagai varian virus.
Dokter Dirga mengungkapkan bahwa hingga kini Covid-19 belum ada obatnya. Ia kala itu menyebut bahwa varian baru Omicron belum ada data apakah sudah masuk ke Indonesia atau belum.
"Kendati begitu, varian baru ini menghawatirkan," katanya pada webinar series dengan tema Waspada Varian Baru Covid-19 digelar PT Semen Padang.
Ia menyampaikan sebaran virus Omicron ini pertama kali yang melaporkan Afrika Selatan pada akhir November 2021.
"Walaupun kemungkinan besar sudah menyebar sejak beberapa waktu sebelumnya. Penyebabnya apa hingga kini belum bisa dipastikan," katanya.
Namun begitu, varian baru ini sudah menyebar dengan cepat hingga ke 77 negara.
"Indonesia, sampai saat ini belum ada laporan tapi para peneliti mengatakan untuk tunggu dalam satu bulan ini," ujarnya.
Ia pun mengajak semua pihak waspada karena beberapa data awal tentang varian baru ini menunjukkan indikator yang mengkhawatirkan dan dapat mengubah arah pandemi, meskipun saat ini di Indonesia kasus Covid-19 sudah melandai dan situasi pandemi juga sudah agak melonggar.
"Sekarang situasi kita sudah mulai longgar dan jangan sampai kita kembali ke awal-awal pandemi, kerja WFH dan segala aktivitas dibatasi membuat kita sangat tidak nyaman. Untuk itu, jangan sampai kita abai dan tetaplah kita selalu waspada," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Survei: Milenial Rela Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Rumah Modern Minimalis
-
Trump Tarik AS dari WHO! Salahkan Penanganan COVID-19
-
Kronologi Dewi Soekarno Didenda Pengadilan Jepang Rp3 Miliar Gegara Pecat Karyawan
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Pungut Retribusi Sampah secara Tunai di Pekanbaru Bisa Dilaporkan
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak