SuaraRiau.id - Konflik lahan perkebunan yang melibatkan masyarakat dan perusahaan kerap terjadi di Riau. Terkait itu, DPRD Riau berencana membentuk panitia khusus (pansus) untuk penyelesaian sengketa lahan.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Riau Mardianto Manan menyebutkan mayoritas sesama anggota legislatif telah menyetujui hadirnya pansus nanti.
"Perkembangan baiknya, Wakil Ketua Syafaruddin Poti mengajak membuat panitia khusus. Singkat cerita kami buat surat persetujuan bersama setengah plus satu untuk membentuk pansus. Ini sudah diteken, kami sudah dapat dukungan," kata Mardianto dikutip dari Antara, Jumat (8/10/2021).
Nantinya, dengan adanya pansus ini diharapkan dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan konflik lahan terutama dengan korporasi.
Mardianto mencontohkan salah satunya yang terjadi antara masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi dengan perusahaan Duta Palma.
"Kami akan bentuk pansus untuk sengketa lahan, tidak hanya Duta Palma. Kalau sudah ada pansusnya lebih leluasa kiami memanggil, mencari fakta dan data," ujar dia.
Lebih lanjut, Mardianto menyebut perlu menyinkronkan terlebih dahulu dengan panitia khusus konflik lahan yang juga pernah dibentuk di periode lalu.
"Karena masalah lahan ini sudah ada datanya di periode sebelum kami. Tinggal menyinkronkan saja," tuturnya.
Menurut Mardianto, kasus-kasus konflik lahan ini perlu diuraikan satu persatu, sehingga tidak menumpuk dan malah mempersulit penyelesaiannya.
"Ke depan kasus-kasus konflik lahan harus kita tuntaskan ini, jangan sampai ini jadi ternak konflik. Kasusnya sudah sepuluh dua puluh tahun, panennya hari ini," kata dia pula.
Sebelumnya, Mardianto Manan sempat meminta kepada forkompinda pada sidang paripurna DPRD Riau untuk menyelesaikan konflik lahan antara masyarakat Desa Siberakun, Kuantan Singingi yang berkonflik dengan Duta Palma. (Antara)
Berita Terkait
-
SMAN 1 Bandung Bisa Digusur jika Kalah di PTUN, KPAI Ingatkan Hakim Peka soal Masalah Anak
-
DPR Bentuk Pansus RUU Pengelolaan Ruang Udara, Atasi Kekosongan Hukum
-
Polemik Pagar Laut Tangerang, Golkar Anggap Pansus Belum Diperlukan
-
Skandal Pagar Laut Ilegal, Elite PDIP Desak DPR Bentuk Pansus: Ini Kejahatan yang Telanjang di Publik
-
Bikin Nagih, Nikmatnya Hidangan di Rumah Makan Ikan Bakar Haji Topo
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak
-
Tiket Bus Arus Balik di Terminal Pekanbaru Habis Terjual, Kebanyakan ke Jawa