SuaraRiau.id - Riau kembali mendapatkan medali dalam Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua yang diselenggarakan tahun ini.
Kali ini pedayung Putri Riau, Raudani Fitra, berhasil menyabet medali Perak dengan catatan waktu 02.12 menit, di venue dayung di Teluk Youtefa, Jayapura pada Rabu (29/9/2021)
Raudani hanya selisih 5 detik dalam final kayak 1 putri (WK1) 500 meter dengan peraih medali emas asal tuan rumah Papua, Stevani Maysche Ibo.
Sementara, medali perunggu diraih Ramla B asal Sulawesi Barat.
Manajer tim Dayung Riau, Amrizal mengungkapkan bahwa timnya sudah menyumbang satu emas dan 1 medali perak di PON Papua.
“Alhamdulillah target Raudani menyumbang medali perak. Sementara, kita menyumbang satu medali emas dari Maizir dan satu medali perak dari Raudani. Raudani hanya terpaut 5 detik catatan waktunya dari pedayung tuan rumah Papua,” ujar Amrizal dalam siaran pers yang diterima.
Selain itu, Raudani Fitra kembali berpeluang untuk bisa menyumbangkan pundi-pundi medali bagi kontingen Riau.
Raudani akan kembali turun di nomor Kayak Putri jarak 200 meter untuk bisa meraih medali.
“Mudah-mudahan Raudani bisa kembali tampil maksimal dinomor Kayak Putri 200 meter. Mohon doanya agar dia bisa tampil baik dan menyumbangkan medali,” harap Amrisal.
Diketahui, Raudani Fitra (27) merupakan atlet dari Desa Sungai Manau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, Riau.
Sebelumnya, Raudani pernah meraih sejumlah prestasi diantaranya, 2 emas pada kejuaran Seagames Philipine, 1 perak di Asean Games Palembang.
Kemudian, meraih 1 emas 2 perak 2 perunggu di Kejuaraan Olahraga internasional di Thailand, dan meraih 2 perak, ketika ajang Pra PON Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Jadwal Wushu PON Papua Hari Ini Perebutkan Dua Emas Taolu Kombinasi
-
PON Papua: Kalah dari Jabar, Tim Basket Putra Jateng Akui Kurang Beruntung
-
Perolehan Medali PON Papua 29 September: DKI Geser Tuan Rumah
-
PON Papua: Tim Basket Putra Bali Kalahkan Tuan Rumah Papua 67-41
-
PON Papua: Tekuk Jabar, Jatim Melangkah ke Semifinal Futsal
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Luas Karhutla 2026 Sudah Capai 52 Ribu Hektare, Riau Salah Satu Terbesar
-
Rombongan Pertama Calon Haji asal Pekanbaru Berangkat ke Tanah Suci
-
Menteri Hanif Datangi TPA Muara Fajar Pekanbaru Lihat Teknologi Methane Capture
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Group Perluas Inklusi Keuangan hingga Akar Rumput
-
Kasus Korupsi Haji: Bos Travel asal Pekanbaru Mangkir dari Panggilan KPK