SuaraRiau.id - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua merusak sejumlah fasilitas umum di Pegunungan Bintang beberapa hari lalu. Puskesmas hingga sekolah dikabarkan dibakar mereka.
Tak hanya itu, sejumlah tenaga kesehatan yang ada di sana dianiaya KKB sebelum melarikan diri. Bahkan ada seorang perawat meninggal dunia akibat insiden kekerasan tersebut.
Seorang tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas Distrik Kiwirok, Gabriela Meilan (22) meninggal di jurang usai diserang KKB Papua.
Gabriela Meilan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (15/9/2021). Namun, jenazahnya belum bisa dievakuasi dari lokasi karena terkendala peralatan dan cuaca yang tidak mendukung.
Menyikapi kejadian itu, Inisiator Satgas Perubahan Pegunungan Bintang, Yeremias Tapyor mengutuk keras dan menyesalkan tindakan keji yang dilakukan KKB kepada para nakes.
Yeremias mengecam tindakan itu lantaran para nakes telah berjuang menjalankan misi kemanusiaan, untuk melayani kesehatan masyarakat pelosok Papua, namun justru jadi sasaran penyerangan.
Dia sangat terpukul atas meninggalnya perawat muda Gebriella Meilani, dan sejumlah nakes terluka parah dalam serangan brutal tersebut.
Yeremias menyampaikan kesedihan yang mendalam.
Yeremias Tapyor sendiri merupakan sosok inisiator sekaligus pihak yang merekrut sejumlah orang untuk menjadi tenaga medis, dan melayani di Distrik Kiwirok.
“Tidak disangka, peristiwa itu terjadi disaat engkau yang berjuang menyelamatkan orang Papua di Pegunungan Bintang dari kepunahan, justru menjadi korban di tempat tugas. Saya sebagai mantan pimpinan sekaligus menjadi orangtua engkau dan kawan-kawanmu di Pegunungan Bintang, saat ini merasa hati ini hancur tercabik-cabik melihat berita duka yang sedang tersebar di media ini,” kata Yeremias dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Jumat (17/9/2021).
“Saya membekali kalian dengan pelayanan kasih bukan dengan senjata yang mematikan. Sungguh memiluhkan hati. Saya berani menempatkan kalian melayani di pelosok negeriku, karena saya merasa masyarakat di negeriku cinta damai,” imbuhnya.
Yeremias juga mengatakan bahwa sejak awal pihaknya hanya ingin menjalan misi mulia, di mana mempermudah jangkauan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
“Saya menempatkan kalian dengan tujuan yang mulia, yaitu untuk memperpendek rentang kendali jangkauan Yankes (Pelayanan Kesehatan) di daerah terjauh, terisolir, dan perbatasan yang selama sekian tahun tidak menerima sentuhan pelayanan kesehatan yang optimal, dan kalian sudah membuktikannya,” ujar Yeremias.
Yeremias menilai, kerja tulus ikhlas pelayan kesehatan suster yang akrab dipanggil Meilani bersama rekan sejawatnya di Kiwirok telah berhasil. Bahkan di wilayah tersebut angka kematian bisa ditekan.
“Keberhasilan kalian telah terbukti dengan menurunkan angka kematian ibu dan anak, menurunkan angka kesakitan, menekan angka rujukan dan kematian,” terangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Nakes Ikut Diserang hingga Tewas, KSP: Tindak Brutal KKB Papua Harus Segera Dihentikan!
-
Tenaga Kesehatan di Papua Minta Jaminan Keamanan dan Keselamatan
-
Kisah Suster Gabriela Lari ke Hutan Diserang KKB Papua, Lalu Tewas di Jurang
-
Jenazah Nakes Gabriela Ditemukan di Jurang, Petugas Kesulitan Evakuasi
-
Istana Makin Gerah Dengan Aksi KKB: Hentikan Aksi Teror di Papua
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Pertumbuhan Kredit dan DPK Tetap Tinggi, BRI Sebut Kepercayaan Publik Terjaga
-
PNM dan KPPPA Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Pemberdayaan Perempuan di Bajawa
-
BRI Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Wacana Buyback Saham BUMN
-
Cerita 6 Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Jelang Sidang, Dua Masih Buron
-
Pekanbaru Hadirkan Parkir Gratis selama 3 Hari: Mal hingga Rumah Sakit