"Sebenarnya kami juga sudah lelah untuk terus melapor. Konsentrasi latihan juga terganggu. Apalagi latihan kami ini sudah 90 persen ke atas. Pokoknya sedih sekalilah, dari awal masuk makanan kami ya kayak begini," ungkap dia.
Dirinya berharap agar kondisinya bisa segera berubah dan mereka bisa mendapatkan makanan yang sesuai dengan standar.
"Karena kami juga di sini latihan penuh dengan semangat. Jika makanan yang disiapkan sesuai standar, maka tentu latihan kami juga semakin semangat dan bisa maksimal," sebutnya.
Sementara itu, menurut Juru Bicara Satgas Pelatda Helmi Burman pihaknya sudah menyerahkan kontrak atlet ini kepada pihak manageman hotel.
Karena dalam kontrak yang sudah disepakati, anggaran sudah masuk untuk kamar dan juga konsumsi.
"Mungkin anggaran tidak sesuai atau seperti apa kita tidak tahu juga ini. Namun kita selalu berusaha untuk selalu mengomunikasikan hal itu. Dan mungkin dengan harga yang sudah disepakati, hanya itulah menunya. Kita juga tak bisa mau ngomong apa lagi," jelas Helmi.
Menurut Helmi, untuk anggaran Fullboard (paket menginap dan makan atlet) memang sangat murah. Dan kondisinya untuk makanan atlet ini memang semua sudah diserahkan kepada pihak hotel.
"Jadi memang setiap cabor itu berbeda, untuk itu harus dikoordinasikan dengan baik-baik," ungkapnya.
Disinggung soal banyaknya atlet yang sudah melakukan koordinasi dengan pihak panitia namun tak ada perubahan, Helmi mengatakan untuk kemampuan saat ini ya memang seperti itu. Bahkan pihak panitia sudah ada yang sampai mengeluarkan uang pribadinya untuk kepentingan ini.
"Jadi kondisinya memang seperti itu. Ini semuanya memang sudah diserahkan semuanya kepada pihak Hotel," terang Helmi. (Antara)
Berita Terkait
-
Pelanggar Prokes PON Papua Bakal Dipulangkan
-
Seperti Olimpiade Tokyo, Ini Gambaran Prokes Ketat PON Papua
-
PON Papua, Anies ke Atlet DKI: Ingatlah Nama Jakarta Dititipkan di Pundak Anda
-
PON Papua: Aries Susanti Targetkan Raih Emas Panjat Tebing buat Jateng
-
Lepas Kontingen Dayung Menuju PON Papua 2021, Wagub Sumbar: Hormati Budaya Papua
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
3 Mobil Listrik 100 Jutaan yang Efisien, Lincah Bermanuver di Jalanan Kota
-
Ledakan Pipa Gas di Indragiri Hulu Rusak 5 Rumah Warga Desa Tani Makmur
-
Seleksi Terbuka 69 Jabatan Kepsek SMA/SMK di Riau, Ini Syarat dan Tahapannya
-
Harimau Kembali Gegerkan Warga Siak, Kali Ini Nyaris Terkam Pemancing
-
Jaksa Panggil Setwan Terkait Tunjangan Perumahan Dinas Anggota DPRD Siak