SuaraRiau.id - Kepala bocah perempuan di China nyangkut di lubang kipas angin. Peristiwa yang bikin merinding itu membuat kedua orang tuanya sangat cemas.
Mengutip Suara.com, Selasa (31/8/2021), insiden tersebut terjadi pada Jumat (27/8/2021) di rumahnya di Puding, provinsi Guizhou, China.
Kecelakaan aneh itu terjadi ketika bocah berusia 8 tahun tersebut penasaran menemukan sebuah lubang di lantai dua rumahnya.
Lubang selebar 20 cm tersebut seharusnya digunakan untuk kipas angin yang menghubungkan lantai 1 dan lantai 2.
Namun, gadis kecil yang tidak disebutkan namanya tersebut penasaran dan memasukkan kepalanya ke dalam lubang hingga terjebak.
Akibatnya, rambut gadis itu terurai ke bawah sehingga terlihat seperti bola rambut yang tergantung di sudut rumah.
Ibu bocah itu sontak terkejut melihat bola rambut di sudut rumahnya. Namun, setelah mengedengar anaknya berteriak, barulah ia menyadari jika anaknya terjebak.
Ibu anak tersebut mencoba mengeluarkannya, namun tidak berhasil. Akhirnya ia menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran kota Puding mengabadikan momen ketika mereka berusaha mengeluarkan kepala bocah itu dari lubang.
Baca Juga: Murid SD Kelas Satu dan Dua di China Tak Dapat PR dan Ujian Tertulis, Apa Tujuannya?
Salah satu petugas terlihat mencoba mendorong kepala bocah itu sementara yang lain memegangnya dari bawah, namun tidak berhasil.
Petugas juga berusaha memperlebar lubang menggunakan tang, tapi juga tidak berhasil. Kemudian mereka mengoleskan minyak di kepala gadis itu dan akhirnya berhasil mengeluarkan kepala bocah itu.
"Hidungku, sakit!" teriak gadis kecil itu saat petugas mencoba menariknya keluar dari lubang tersebut.
Komandan Anshun Fire Rescue Puding Yang Hao mengatakan bahwa bocah itu terjebak di dalam lubang selama satu jam.
Petugas menghabiskan sekitar 40 menit untuk membebaskan gadis itu. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut penuturan orang tuanya kepada lokal, gadis itu tidak mengalami luka-luka meskipun sempat terjebak cukup lama.
Berita Terkait
-
Taliban Akan Kerja Sama dengan China, Uighur di Afganistan Cemas
-
China Ragu Investasi di Afganistan: Uang Suka Perdamaian Bukan Perang
-
Bos Perusahaan Alat PCR Hangzhou Clunege Biotech Dilaporkan ke Polda Metro, Ini Kasusnya
-
Cerita Sekelompok TKA China Bunuh Buaya 3 Meter untuk Dijadikan Sup hingga Berujung Maaf
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan
-
Hukuman Abdul Wahid Diperberat Jadi Empat Tahun Penjara
-
BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026
-
Karhutla Riau Diklaim Nihil, Kabut Asap Kiriman dari Provinsi Lain
-
Pemkab Kuansing Mediasi Sengketa Lahan 3.000 Hektare Masyarakat vs RAPP