SuaraRiau.id - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini menjadi bintang tamu di acara Podcast Deddy Corbuzier.
Dalam podcast itu, Luhut Pandjaitan mengungkapkan banyak hal termasuk soal sosok Presiden Joko Widodo.
Menteri Luhut menyatakan bahwa bangsa Indonesia beruntung memiliki sosok Presiden seperti Jokowi. Apalagi, di tengah situasi sulit pandemi Covid-19 saat ini.
Menko Luhut menilai, sosok Presiden Jokowi merupakan pemimpin sederhana, pekerja keras dan enggan mencuri uang rakyat.
“Kita paling tidak, kita nggak nyontoh pemimpin yang nggak bener. Karena presidennya nggak maling, kita pun kan mikir-mikir mau maling, katakanlah begitu. Kenapa, malu dong. Pemimpinnya sederhana, kerja keras, maunya benar, tanggung jawab, mau cari dari mana kayak gitu,” ujar Luhut dilansir dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Rabu (7/7/2021).
Dalam tayangan Podcast berjudul ‘Pak Luhut , Jangan Marah ya…Mau nanya nih’ tersebut, Luhut juga menilai pribadi Jokowi sangat cocok jika menjadi komandan di Kopassus.
“Kan saya tentara. Saya tahu, banyak mantan-mantan komandan saya. ‘Wah, ini style-nya Pak Jokowi ya something’. Saya pernah ngomong gitu, ‘Bapak harusnya masuk Kopassus’,” ujar Koordinator PPKM Darurat itu.
Tak hanya memuji Jokowi, Menteri Luhut juga memuji Deddy Corbuzier yang mampu mengemban perannya dengan baik lantaran memiliki talkshow yang bagus seperti di Podcast kanal YouTube yang dia miliki.
“Saat mau ke sini (Podcast Deddy Corbuzier), saya tanya anak-anak muda di kantor saya. Kata mereka saya harus pergi, maka ya saya pergi ke sini. Padahal saya nggak ngerti apa urgensinya saya harus hadir memenuhi undangan ke Podcast Deddy Corbuzier? Apa hebatnya dia? Katanya orang paling hebat. Ternyata oh iya benar juga. Deddy berikan contoh peran Anda dalam talkshow yang santai,” kata Luhut.
Deddy Corbuzier dalam tayangan podcast-nya tersebut lantas menanyakan ke Luhut Pandjaitan soal alasan Presiden Jokowi selalu memilihnya saat negara dalam kondisi genting.
“Kenapa sih Pak, Pak Jokowi kalau yang genting selalu Pak Luhut?,” tanya Deddy Corbuzier.
Mendengar pertanyaan itu, Luhut pun meminta agar Deddy Corbuzier menanyakan langsung hal itu kepada Presiden Jokowi.
“Nggak juga. Kalau itu kamu tanya Presiden. Tapi saya nggak merasa tapi mungkin saya lebih tua dan saya cocok ngerjain tugas ini,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Sapi Kurban Jokowi untuk Sumbar Dibandrol Rp 85 Juta, Beratnya 1,2 Ton
-
Jarang Bongkar Urusan Rumah Tangga, Luhut Akhirnya Ngaku Kena Ultimatum dari Istri
-
Luhut Panjaitan Sebut Obat Invermectin Ampuh Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Ringan
-
90 Persen Kasus Covid di Jakarta Varian Delta, Luhut: Keadaan Sudah Parah!
-
WNA Masuk Indonesia Ramai Jadi Sorotan, Menteri Luhut Buka Suara
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat
-
KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan
-
Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
-
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus
-
Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH