1. Air Jahe
2. Air kunyit dan temulawak
3. Jus mengkudu dan pegaga
4. Air Jintan dan kayu manis.
5. Dan lain-lain resep yang bisa dibuat dengan berbagai campuran dari herbal-herbal yang disebutkan di atas.
Berdasarkan bahan dari tumbuhan yang bersifat antivirus itu, dapat dibuat setidaknya 3 resep herbal yang dapat menaikkan kekebalan tubuh untuk lawan Covid-19.
Yaitu dua resep pahit (resep 1 dan resep 2) dan satu resep tidak pahit (resep 3). Rinciannya sebagai berikut:
Resep 1 (pahit)
Bahan-bahan :
- Dukung anak 2 batang utuh
- Brotowali 30 cm
- Temu hitam 2 ibu jari kak
- Jintan manis 2 sendok makan
- Bunga lawang 7 kuntum bunga utuh
- Jahe 2 ibu jari kaki
- Kemangi 3 batang sepanjang 15 cm
Resep 2 (pahit)
Bahan-bahan :
- Kunyit tua 3 ibu jari kaki
- Cengkeh 15 kuntum
- Kayu manis 3 batang sepanjang 10 cm
- Mengkudu tua sebesar telur itik
- Pegaga 10 tangkai daun
- Empedu Bumi 3 batang, sepanjang 15 cm
- Bawang putih 6 siung
Resep 3 (tidak pahit)
Bahan-bahan :
- Kunyit tua 3 ibu jari kaki
- Jahe 2 ibu jari kaki
- Mengkudu tua sebesar telur itik
- Cengkeh 15 kuntum
- Jintan manis 2 sendok makan
- Kayu manis 3 batang sepanjang 10 cm
- Temu hitam 2 ibu jari kaki
Cara Pembuatan
Mulanya, bahan dicuci bersih dengan air mengalir, lalu bahan-bahan seperti kunyit, temu hitam, jahe, temulawak, mengkudu, bawang putih, brotowali, empedu bumi, patikan kebo, pegaga dan kemangi, dapat dimemarkan saja atau diblender kasar.
Sedangkan bunga lawang, cengkeh, kayu manis dan jintan langsung dimasukkan ke dalam periuk rebusan.
Menurut Nurmawati, periuk yang digunakan sebaiknya terbuat dari tanah atau stainless steel supaya zat kimia yang dalam bahan herbal tersebut tidak berubah.
Untuk setiap resep tadi, sediakan 3 liter air, didihkan dalam periuk, setelah airnya mendidih, masukkan semua bahan, tutup periuk dan biarkan campuran mendidih lebih kurang selama 10 menit. Lalu api dimatikan dan biarkan sampai suam, kemudian saring.
Air rebusan herbal tersebut boleh diminum langsung sebanyak setengah cawan (50-100 ml) dua atau tiga kali sehari.
Nurmawati mengatakan, ampasnya masih bisa digunakan sekali lagi dengan menambahkan 1 liter air yang mendidih dan saring. Ampas yang terakhir ini dapat dibuang atau dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.
Berita Terkait
-
Lagi Program Hamil? dr Zaidul Akbar Anjurkan Minum Ramuan Herbal Ini
-
Studi Penelitian Covid-19, Ekstrak Sambiloto Mujarab Melawan Virus Corona
-
Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Konsumi Makanan Ini Secara Rutin Selama Pandemi
-
Varian Delta Mengancam, Ini 5 Resep Minuman Alami untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh
-
Waspada, Ini 5 Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Sedang Melemah
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Menyaksikan Kemegahan Tembok Besar China di Tengah Teriknya Beijing
-
Sempat Diburu KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Serahkan Diri
-
Profil Suhardiman Amby, Bupati Kuansing yang Masih Dikejar KPK
-
KPK Buru Bupati Kuansing dan Sekda, Telusuri Kebocoran Info OTT
-
KPK Lakukan OTT di Kuansing, Diduga Terkait Suap Jabatan Sekda