Diketahui, Sisca Kohl mulai dikenal karena kontennya kerap memamerkan kekayaan, membuat makanan unik, dan nada bicara yang unik di video TikTok.
Namun ternyata, Sisca terlebih dahulu berselancar di dunia YouTube, loh! Dalam kanalnya, ia sering mengunggah video make up dan mukbang.
Video yang membuatnya viral adalah saat membuat es krim strawberi menggunakan iPad sebagai talenan.
Setelah itu, dirinya kembali viral dengan video memecahkan tabungan masa kecilnya yang berisikan banyak uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Jika ditotal bisa mencapai jutaan rupiah.
Terbaru, dirinya membuat minuman boba seharga Rp 300 juta.
Rumor beredar, Sisca Kohl adalah keponakan dari Ma Huateng. Ma Huateng adalah CEO Tencent, perusahaan asal China dan orang terkaya nomor 1 di Cina. Jika di Asia masuk ke dalam urutan 3 dan ke 14 di dunia. Ayahnya juga bekerja di Tencent.
Berita Terkait
-
Sisca Kohl Bikin Rapokki Tek-Tek Pakai Daging Wagyu, Harganya Rp1,5 Juta
-
Patahkan Rekor Sisca Kohl, Pria Ini Jual Boba Rp500 Juta, Porsi Sebesar Bak Mandi
-
Sisca Kohl Jual Minuman Boba Rp300 Juta, Warganet: Mainnya Pake Duit Beneran
-
Viral Sisca Kohl Jual Boba Rp300 Juta, Ada Topping Emas Yang Bisa Dimakan
-
Tak Hanya Makanan Mahal, Harga Piring Sisca Kohl Bisa Buat Beli HP Baru?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
BRI Perkuat Respons Pascagempa NTT dengan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Asap dari Pelalawan ke Pekanbaru, Bikin Jarak Pandang Menurun
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya