SuaraRiau.id - Sinetron Suara Hati Istri menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Untuk itu, Indosiar sebagai stasiun yang menayangkan sinetron tersebut memutuskan untuk mengganti pemeran Zahra.
Pasalnya, salah satu pemeran dalam sinetron tersebut merupakan remaja yang masih berusia 15 tahun. Tak hanya itu, adegan dewasa yang dilakukan tokoh Zahra diperankan oleh anak di bawah umur.
Artis Lea Ciarachel Fourneaux yang memerankan karakter Zahra pun memberikan tanggapan melalui laman Instagram pribadinya.
Lea Ciarachel yang berperan sebagai Zahra menanggapi kabar pergantian perannya dalam sinetron.
Alih-alih memberikan tanggapan negatif, Lea Ciarachel justru berterima kasih kepada seluruh pemain dan staf Suara Hati Istri yang telah mengajarkannya banyak hal.
"Terima kasih karena telah menjadi bagian dari perjalanan pertamaku dan terima kasih atas semua pelajaran. Semoga Tuhan memberkati kalian semua! Tidak ada hal yang lebih baik ketimbang pengalaman!" tulisnya dalam bahasa Inggris dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Jumat (4/6/2021).
Lebih lanjut, Lea juga meminta maaf bila ada kesalahan selama melakoni proses syuting.
“Hai temen temen, aku Lea aku ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support yang telah kalian berikan selama aku main di sinetron Zahra. Dari hati yang terdalam, aku ingin meminta maaf bila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.” ujarnya.
Tak hanya itu, dara berusia 15 tahun tersebut juga mengaku merasa nyaman berada di lokasi syuting. Ia menegaskan bahwa tidak ada paksaan dari siapa pun untuk memerankan karakter Zahra.
“Selama syuting aku merasa nyaman di lokasi dengan senior-senior yang sangat baik dan aku mengambil peran ini tidak dari paksaan siapa pun, murni karena aku pengen belajar akting dan berkarya di dunia entertainment. Aku pamit dulu dari Zahra ya!" kata dia.
Sebelumnya, Panji Saputra pemeran Pak Tirta dalam sinetron Suara Hati Istri pun buka suara. Melalui laman Instagram pribadinya, Panji menyebut bahwa penonton bisa men-skip sinetron tersebut jika memang tidak suka.
Ia juga yakin bahwa penonton akan baper jika menyaksikan sinetron tersebut sejak awal.
“Apaansi komennya kalau ga suka tinggal skip susah amat padahal belom nonton dari awal kalau dari awal pasti lu pada baper yakin gw,” tulisnya pada Selasa (1/6/2021).
Sebelumnya, berbagai kritik dan protes keras disuarakan oleh pelaku dunia hiburan. Salah satu di antaranya adalah Ernest Prakarsa. Ia meminta KPI Pusat untuk menindaklanjuti masalah ini dan memprotes Indosiar selaku stasiun TV yang menayangkan sinteron tersebut.
“This is not okay, @Indosiar. Ditunggu ketegasannya @KPI_Pusat, jangan kebanyakan ngurusin hal-hal gak penting, ini masalah serius.”
Berita Terkait
-
Profil Hanna Kirana: Pemeran Zahra Pengganti Lea Ciarachel, Sepupu Citra Kirana
-
Pemain Zahra di Sinetron Indosiar Diganti, Adegannya Kocak Banget
-
Resmi Diganti, Ini Momen Lea Ciarachel Pamit dari Sinetron Zahra
-
Kata Mathias Muchus soal Dugaan Pelanggaran Sinetron Zahra
-
Komentar Mathias Muchus soal Dugaan Pelanggaran Sinetron Zahra
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
PNM Raih Indonesia Most Trusted Companies, Bukti Patuh Tata Kelola Hulu ke Hilir
-
23 Juta Nasabah Terlayani, Dampak Bagi Keluarga Prasejahtera Semakin Nyata
-
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Menuju Kemandirian