Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Jum'at, 04 Juni 2021 | 08:41 WIB
Dian Sastrowardoyo (instagram @therealdisastr)

Namun sayang, oleh sebab pernyataannya, Dian harus mendapat serangan tajam dari netizen.

“Teman yg mukanya ada dua,” komen @rizkarahmaniaa_.

“Kenapa engga dari kemarin2 mba sayang. Ada jalur yg lebih elegan disbanding rebut di sosmed. Duduk bareng pihak2 terkait. Kasian Nagita lagi hamil. Niat dia baik mau promosiin PON. Kalau pun salah dimata mba. Coba japri dari awal. Punya nomer nya kan,” sahut akun @elisna2202.

“Canda teman wkwkwkwkwkwk maaf mau nanya lagi muka double itu apa yahh,” tulis @baesoul__.

“Wah, kok blunder sekali mba Dian. Indonesia warna warni, tapi kehadiran Nagita dipermasalahkan? Warna warni seperti apa itu?” tulis @thai.tea.ice.

“Kemana anda di PON 2016 Jawa Barat yg dutanya bukan orang Jawa Barat??? Duta PON Jabar waktu itu Maria Selena! Knp ributnya baru sekarang? …. Teman bisa bicara langsung tapi komen anda di postingan sebelum ini ngatain Nagita dan Raffi hegemoni sangat disayangkan!” komentar @camzanti23.

Sebelumnya, Arie Kriting mengomentari kabar terkait penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta Pekan Olahraga Nasional alias PON XX. Apalagi, baru-baru ini beredar foto mengenai Nagita yang mengenakan pakaian adat Papua.

Arie mengatakan bahwa penunjukan Nagita ini bisa mendorong terjadinya cultural appropriation, yang seharusnya di representasikan langsung oleh perempuan Papua.

”Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua.,” terangnya.

Lebih lanjut, menurutnya dengan kehadiran sosok perempuan Papua sebagai Duta PON XX Papua bisa menghindarkan terjadinya cultural appropriation dan menajdi sinyal baik atas keberagaman Indonesia.

Load More