KRI Nanggala 402 saat di perairan [bennybery/dok]
Sebab, putranya itu seharusnya tidak berada di kapal selam, namun tetap memutuskan untuk bergabung pada saat-saat terakhir untuk mengawasi latihan.
“Saya tidak ingin dia diambil lebih dulu daripada saya, tetapi dia meninggal saat melakukan tugasnya. Dia memenuhi janjinya untuk menjaga negara sampai akhir hidupnya,” katanya.
Ibu berusia 80 tahun itu menambahkan bahwa dia berharap misi evakuasi akan berlanjut sampai semua awak kapal ditemukan.
“Saya berharap jenazah anak saya dapat dievakuasi, apapun kondisinya. Kami ingin menguburkannya di kuburan keluarga di Cilubajang di Sukabumi bersama almarhum ayahnya yang merupakan pensiunan perwira TNI AU.” katanya.
Berita Terkait
-
Keluarga Kapten Heri Santoso Tabur Bunga di Pelabuhan: Selamat Jalan Kapten
-
Adik dari Awak KRI Nanggala 402 Direkomendasikan Jadi Prajurit TNI
-
KRI Nanggala 402 Tenggelam Ditembak Rudal Kapal Selam Prancis Jelas Hoaks
-
Sebelum Berlayar, Letda Rhesa Sigar Sempat Kirim Pesan ke Ibu, Isinya Haru
-
Viral Awan Mirip KRI Nanggala di Langit Pantai Bali, Publik Sampaikan Doa
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah