Pernah Ia terperosok di kedalam gambut saat memadamkan api yang tengah berkibar sejadi-jadinya. Namun kejadian itu tak membuatnya gugup apalagi jera. Malahan itu semakin memupuk semangatnya bersama tim untuk mejadikan langit tetap biru.
"Bahkan saya harus berjalan kaki sangat jauh ditambah di dalam hutan juga susah signal untuk menghubungi keluarga. Tapi alhamdulilah saya tetap semangat," jelas Neng mengingat suka dukanya saat berjibaku melawan si jago merah.
Berjuang di Manggala Agni ini mengingatkan Neng pada perjuangan Kartini zaman dulu. Kartini telah berhasil menunjukkan kepada dunia luar, bahwa perempuan dapat berbuat lebih dengan kemampuan yang dimilikinya.
Pilihan hidup
Ditambahkannya, menjadi Manggala Agni kita dapat melakukan aksi yang sangat berarti bagi keselamatan bangsa dari ancaman buruk karhutla.
"Ikut pemadaman di lapangan, patroli mensosialisasikan dampak dari Karhutla ke masyarakat semakin membuat hidup saya berwarna tanpa meninggalkan fitrah saya sebagai seorang ibu rumah tangga," bebernya.
Diceritakan Neng, awal dirinya bergabung sebagai anggota Manggala Agni, Neng bertugas sebagai Tenaga Admitrasi dan Operator Radio.
"Menjadi anggota manggala agni itu adalah pilihan saya," kata dia.
Meski dirinya seorang perempuan, kata Neng lebih jauh, hal ini tidak menjadikannya minder dan terbatas dalam berkarya.
Neng mengaku, tidak ada perbedaan tugas dengan anggota pria Manggala Agni lainnya yang mayoritas laki-laki.
Kata Neng, ketika melakukan pemadaman, dirinya tidak hanya memiliki tugas di barisan belakang.
"Perempuan juga bisa berperan sebagai pemegang nozzle di garis depan yang berhadapan langsung dengan api," jelasnya.
Sebenarnya, di Manggala Agni Daops Siak, Neng tak sendiri, ada tiga perempuan luar biasa yang siap bertungkus lumus bersama tim merah. Mereka Srihartati (30), Yusmidar (34), Syahrianti (37).
Tugas dan mimpi mereka juga sama dengan Neng yakni membuat langit Riau tetap biru.
Cuma saja, dalam peringatan hari Kartini, Neng menjadi satu satunya Perwakilan Riau sebagai perempuan tangguh dalam pengendalian Karhutla di tingkat tapak dan memenuhi kriteria.
Dalam kesempatan itu, Neng berpesan bahwa jangan adalagi streotep terhadap kaum perempuan tugasnya hanya mengurus dapur, sumur dan kasur.
Berita Terkait
-
Hari Kartini, Ketua DPR Sampaikan Peran Penting Perempuan Tingkatkan Budaya
-
Kartini BRI, Ini Semangat Usra Bangkitkan UMKM Terdampak Gempa di Mamuju
-
Hari Kartini 2021, Ternyata 4 Sajian Ini Dulu Digemari Sang Pendekar Wanita
-
Perempuan, Waktunya Mempercantik Diri dengan 5 Promo Hari Kartini Ini!
-
4 Rekomendasi Film Tentang Perempuan Indonesia, Inspiratif!
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Pascabencana, Relawan BRI Peduli Terjun Langsung Bersih-bersih Sekolah di Aceh Tamiang
-
Guru Besar UIR Nilai Sikap Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian Sejalan Prinsip Konstitusi
-
Rencana Pembangunan Jembatan Melaka-Dumai Jadi Perbincangan
-
Komisi XII DPR Apresiasi Inovasi Teknologi PHR Menjaga Ketahanan Energi Nasional
-
4 Model Honda Jazz Bekas 50 Jutaan, Cocok buat Mobil Harian Anak Muda