SuaraRiau.id - Tempat kuliner yang ada di Kota Pekanbaru diperbolehkan menyediakan fasilitas buka puasa bersama kepada warga yang ingin melakukan di luar rumah. Meski begitu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus menganjurkan agar masyarakat berbuka puasa di rumah bersama keluarga.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun bagi mereka yang ingin buka bersama hanya boleh mengisi 50 persen dari kapasitas tempat kuliner yang ada.
"Mereka juga harus disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan," katanya seperti dilansir Riauonline.co.id-jaringan Suara.com pada Selasa (13/4/2021).
Firdaus mengemukakan, hotel dan restoran yang menyediakan fasilitas buka bersama harus membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada. Sedangkan untuk aktivitas restoran dan rumah makan di Kota Pekanbaru hanya bisa buka mulai sore selama Ramadhan 1442 H.
Kebijakan tersebut, sesuai dengan Instruksi Wali Kota Pekanbaru tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Bulan Suci Ramadan 1442 H di Tengah Pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru. Kebijakan ini, juga berlaku bagi warung makan, kedai kopi, kafe dan sejenisnya yang hanya bisa membuka usaha mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Selain itu, pengelola tempat kuliner bisa mengutamakan layanan take away atau bawa pulang. Sedangkan, saat malam hingga imsak diimbau menggunakan jasa kurir. Namun untuk restoran yang merupakan fasilitas hotel, diperbolehkan tetap buka selama Ramadhan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat .
Pun tempat penjualan makanan ringan dan bakery bisa tetap buka selama Ramadhan serta diperbolehkan melayani pembeli dengan memakai masker dan sarung tangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Wali Kota Ingin Cepat Bangun Jembatan Siak V dan Jalan Lingkar Pekanbaru
-
PNM Tumbuhkan Semangat Kemerdekaan dan Masa Depan Keluarga Ultra Mikro
-
Puluhan Warga di Rokan Hulu Diserang Orang Tak Dikenal, Ngaku Diancam Senjata Api