Eko Faizin
Selasa, 02 Februari 2021 | 20:53 WIB
Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, usai menjalani pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian 'Islam Arogan', Senin (1/2/2021) malam. [Suara.com/Muhammad Yasir]

SuaraRiau.id - Sebanyak 1.000 pengacara diterjunkan Aktivis 1998 untuk membantu Permadi Arya alias Abu Janda dalam menghadapi jeratan hukum yang menderanya.

Menurut Ketua Ikatan Aktivis 98 Immanuel Ebenezer, 1.000 pengacara itu diterjunkan untuk Abu Janda karena dianggap acap mewakili suara sebagian kalangan.

Maka itu, mereka pun menyatakan kesiapannya untuk membela. Kata Immanuel, Abu Janda belakangan justru di-framing sebagai aktivis media sosial yang rasis dan doyan mengadu domba. Padahal, di mata para Ikatan Aktivis 1998, Abu Janda merupakan sosok yang kerap membela kebhinekaan.

“Hari ini semua kawan-kawan yang siap mengadvokasi Abu Janda di kalangan kita Aktivis 98 sudah siap. Ada 1.000-an, bahkan bisa lebih. Kenapa dia bela, karena dia ini mewakili pandangan kita yang membela kebhinekaan,” kata Immanuel dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Selasa (2/2/2021).

Padahal, katanya lagi, belakangan Abu Janda justru tak pernah memuat konten bernuansa buruk, seperti rasis dan kontranarasi dengan kebhinekaan. Maka itulah, Abu Janda dinilai pantas untuk dibela.

Gus Miftah Kecewa
Di sisi lain, tokoh muda Nahdlatul Ulama atau NU, Gus Miftah, pun menyatakan kekecewaannya pada Abu Janda.

Gus Miftah menyampaikan kekecewaannya pada Abu Janda yang kini dibela oleh 1.000 pengacara.

Kekecewaan ini terkait dengan upaya Abu Janda yang selalu membawa nama-nama organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam simbol narasinya.

Padahal, kata dia, pernyataan Abu Janda bukan berarti mewakili NU sama sekali.

“Pertama, jumlah warga NU berdasarkan survei LSI sekitar 49,5 persen dari seluruh populasi muslim di RI. Artinya siapapun berhak ngaku NU. Cuma masalahnya, kalau buat statemen jangan sampai mewakili NU,” katanya.

Di kesempatan salah satu podcast pun Abu Janda kemudian meminta maaf kepada NU melalui Gus Miftah.

“Dia minta maaf, dan bilang mohon saya dibimbing.” kata Gus Miftah.

Sebagai orang yang mengaku NU, Gus Miftah lantas menyarankan agar Abu Janda belajar pada kiai-kiai NU agar mendapat pembelajaran utuh. Dia lantas mengiyakannya.

Gus Miftah juga bilang, Permadi Arya menjelaskan kalau twitnya soal Islam agama arogan bukanlah sebuah twit mandiri. Artinya bukan twit tunggal, melainkan sebuah twit yang ditujukan untuk merspon twit Ustaz Tengku Zulkarnain.

Abu Janda menjelaskan juga jika Islam yang arogan adalah Islam yang transnasional, yang kerap membid'ah-bid'ah kan, serta mengkafir-kafirkan budaya lokal.

Load More