SuaraRiau.id - Tidak adanya peserta seleksi calon Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan lulus sampai ke tahap akhir, membuat pihak KPK memberikan penjelasan.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan bahwa tak ada satupun peserta seleksi yang memenuhi kualifikasi yang menjadi standar KPK.
"Proses rekrutmen dan seleksi jabatan di KPK dengan hasil tidak ada peserta yang memenuhi kualifikasi tidak hanya terjadi kali ini. Bagi KPK standar integritas, kompetensi, dan kualifikasi yang disyaratkan dari suatu jabatan adalah hal utama demi menjaga kualitas SDM KPK," ucap Ali Fikri dikutip dari Antara, Senin (1/2/2021).
Sebelumnya, KPK membuka rekrutmen dan seleksi spesialis Humas Utama-Juru Bicara yang disampaikan melalui laman https://ppm-rekrutmen.com/kpk dan salah satu media cetak nasional pada 8 Agustus 2020.
"Untuk pendaftar dibagi dua kategori, yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN)/TNI/Polri dengan jumlah pelamar 144 orang peserta dan non ASN/masyarakat umum dengan jumlah pelamar 2030 orang peserta sehingga seluruhnya berjumlah 2.174 orang pelamar," ujar Ali.
Ia mengungkapkan bahwa proses tahapan rekrutmen dilakukan oleh pihak ketiga yang independen dan profesional dengan empat tahapan.
Selanjutnya, pada tahap seleksi administrasi sebanyak tujuh peserta dinyatakan lulus dan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan, yaitu tes potensi dengan komposisi peserta ASN berjumlah satu peserta dan non ASN/masyarakat umum berjumlah enam peserta.
"Tahapan seleksi kedua, yaitu tes potensi dilaksanakan pada 29 Agustus 2020 di Gedung PPM Manajemen yang diikuti oleh enam peserta sedangkan satu peserta tidak hadir," kata Ali.
Dari hasil tes potensi itu, lanjut dia, hanya terdapat satu peserta yang memenuhi kriteria kualifikasi yang dipersyaratkan jabatan.
"Namun, karena beberapa pertimbangan diantaranya KPK telah membuka kesempatan kepada pegawai internal untuk mengikuti rekrutmen dan seleksi sebanyak dua kali namun tidak ada pegawai yang mendaftar," tuturnya.
Ali mengatakan jabatan Juru Bicara adalah jabatan spesifik dengan alat tes untuk mengetahui kemampuan spesifik pelamar baru dapat diketahui pada tahapan asesmen kompetensi maka seluruh pelamar yang memenuhi syarat administrasi dan telah mengikuti tes potensi tersebut diikutkan tahap ketiga, yaitu tes asesmen kompetensi dan Bahasa Inggris serta tes kesehatan.
"Tes tahapan ketiga ini dilaksanakan pada 5 September 2020 masih di Gedung PPM Manajemen dan hanya diikuti oleh lima peserta sedangkan satu peserta tidak hadir. Hasilnya adalah bahwa seluruh peserta tidak memenuhi kriteria kualifikasi," ungkap Ali.
Penyelenggara, kata dia, memaparkan hasil setiap tahapan tes kepada Pimpinan KPK mulai dari tes potensi hingga asesmen kompetensi dan Bahasa Inggris serta tes kesehatan.
"Rapat memutuskan untuk menunda pengumuman hasil seleksi tahap ketiga sebagaimana diinformasikan kepada peserta melalui website dan email bahwa pengumuman tahap ketiga akan diinformasikan kemudian," ucap dia.
Kata Ali pada Januari 2021, sebagai tindak lanjut proses rekrutmen dan seleksi spesialis Humas Utama-Juru Bicara diputuskan tak ada yang peserta yang memenuhi kualifikasi.
Berita Terkait
-
Istri Bupati Pemalang Diduga Kumpulkan dan Nikmati Uang Hasil Pemerasan
-
Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung
-
KPK Tegaskan Kantongi Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
-
Bukan 2 Jam, Keluarga Tahanan KPK Dapat 'Bonus' Waktu Kunjungan di Hari Kemerdekaan
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti
-
Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif
-
Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu
-
Bupati Afni Meradang, DBH Migas Siak Dipotong 70 Persen Tahun Depan