Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:06 WIB
Ketua DPR, Puan Maharani. (Youtube DPR RI)

Pembahasan akan dilanjutkan ke sidang paripurna serta uji kelayakan dan kepatutan calon kapolri.

"Fit and proper test minggu depan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib menyarankan pemerintah mewaspadai kelompok teroris yang anti terhadap calon Kapolri baru.

Jika lancar, kata Habib, Sigit akan menjadi Kapolri pertama di era reformasi yang beragama Katolik.

"Bagi kelompok seperti JAD atau MIT, (yang berpandangan) polisi halal diserang, apalagi polisi yang dipimpin seorang Katolik, tambah membuat mereka marah," katanya kepada Antara.

Habib menilai Presiden Joko Widodo jika memilih Sigit merupakan langkah yang tepat karena berdasarkan faktor loyalitas dan profesionalisme.

Sigit pernah menjabat sebagai ajudan Jokowi dan juga sebagai Kapolres Solo saat Jokowi menjadi wali kota pada 2011 lalu.

"Presiden perlu figur kapolri yang terbiasa berkoordinasi dan sudah faham karakternya," kata Habib.

Sigit juga pernah menjadi Kapolda Banten, menurut Habib, calon Kapolri itu paham bermacam-macam organisasi masyarakat.

Kemudian, Sigit juga pernah menjadi pembicara dalam Kursus Ketahanan Nasional DPP PKS pada Februari 2020.

Load More