SuaraRiau.id - Satpol PP Pekanbaru menjaring 11 orang dalam razia pada Selasa (29/12/2020) malam. Ke-11 orang langsung dibawa ke Kantor Satpol PP guna menjalani pendataan.
Dihimpun dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, praktek prostitusi di Kawasan Jondul, Kota Pekanbaru tersebut ternyata berkedok pijat.
Mereka menawarkan layanan pijat awalnya.
Namun diakui DW, wanita yang ikut terjaring, mereka juga menawarkan layanan seks. Tarif untuk layanan plus itu berkisar Rp 200 ribu setengah jam.
Wanita 26 tahun ini mengaku bahwa dirinya baru empat bulan berada di sana. Ia membuka layanan pijat di satu rumah Kawasan Jondul.
Tak sendiri, di rumah itu DW juga bersama empat rekannya menggeluti praktek prostitusi bersama.
Mereka membuka layanan pijat dengan tarif Rp 200 ribu. Ada tambahan biaya Rp 150 ribu saat pelanggan meminta layanan seks.
Satu bulan pendapat DW tidak menentu. Rata-rata pendapatannya saat ramai pelanggan bisa mencapai Rp 5 juta.
Kini DW bersama rekan lainnya harus menjalani proses pembinaan di Shelter Dinas Sosial Kota Pekanbaru.
Berita Terkait
-
Viral Oknum Satpol PP DKI Diduga Nunggak Kontrakan Sampai Main Judol
-
Bekas Botol Miras Kotori RPTRA Kalijodo, Satpol PP Sebut Ulah Pengunjung Luar
-
Ciri-ciri Pria Tewas Dalam Gardu Listrik LRT Pancoran: Rambut Gondrong dan Beruban
-
Pria Tewas di Gardu Listrik Dekat LRT Pancoran: Tak Ada Tanda Pembunuhan
-
25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan
-
Hukuman Abdul Wahid Diperberat Jadi Empat Tahun Penjara
-
BRI Bersama KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026
-
Karhutla Riau Diklaim Nihil, Kabut Asap Kiriman dari Provinsi Lain
-
Pemkab Kuansing Mediasi Sengketa Lahan 3.000 Hektare Masyarakat vs RAPP