SuaraRiau.id - Pernyataan penceramah Ustaz Abdul Somad panen kritik. Ia disorot ketika berceramah soal money politics yang videonya viral di sosial media.
Dalam video tersebut, UAS yang juga merupakan juru kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 Kabupaten Rokan Hulu mengatakan soal menggunakan uang hasil money politics untuk fakir miskin.
"Ambil uangnya, jangan coblos orangnya. Kalau takut makan uangnya serahkan ke masjid. Serahkan ke fakir miskin," ucap UAS dalam video yang viral itu.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Umum Lingkar Peduli Pemilu dan Demokrasi (LP2D ) Riau, Alpin Jarkasi Husein Harahap melontarkan kritiknya.
Menyadur dari Riauonline.co.id --jaringan Suarariau.id, Alpin menegaskan bahwa praktek money politic adalah sebuah pembodohan.
"Memilih calon karena berdasarkan iming-iming materi adalah pembodohan di tengah masyarakat, kita ingin masyarakat agar naik level nya untuk memilih berdasarkan visi misi serta integritas calon," ujarnya dalam rilis media, Jumat 4 Desember 2020.
Alpin menyoroti pernyataan UAS yang dinilai mengajak masyarakat bersama-sama melanggar Pasal 73 ayat (1) Undang-undang 10 Tahun 2016.
Ia mengingatkan kepada paslon atau tim kampanye soa sanksi pidana dan sanksi administrasi berupa diskualifikasi oleh KPU.
"Yang benar adalah tolak money politic, atau tolak uangnya dan laporkan pemberinya, apalagi para penegak hukum terpadu yang terdiri atas Kepolisian, Bawaslu dan Kejaksaan sudah mewanti-wanti hal ini, dapat terjerat hukum," pungkasnya.
Baca Juga: Mengejutkan! Oknum Polisi Minta Bayaran ke Korban buat Tangkap Pelaku
Berita Terkait
-
Mengejutkan! Oknum Polisi Minta Bayaran ke Korban buat Tangkap Pelaku
-
Besok Masuk Masa Tenang, Bawaslu Sukabumi Awasi Praktik Money Politic
-
Kumpulan Berita Viral: Suami Sembunyikan Uang, Putus Minta Kembalikan Emas
-
Pengakuan Warga Siak yang Sosoknya Ada di Foto Bersama Tumpukan Uang
-
Marak Politik Uang Jelang Pilkada, JCW Beri Bawaslu Bantul Kerupuk Melempem
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis