SuaraRiau.id - Setelah Sultan Syarif Kasim II diangkat jadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia, kini giliran Raja Buwang Asmara yang diusulkan.
Alasan kenapa Tengku Buwang Asmara diusulkan menjadi Pahlawan Nasional dijelaskan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris.
Ia menyebut semasa kepemimpinan Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah ini benar-benar melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
"Hal itu terbukti terjadinya Perang Guntung semasa Kerajaan Siak dipimpin Raja Buwang," kata Wan Idris kepada SuaraRiau.id, Rabu (25/11/2020).
Saat ini, jelasnya, pihaknya bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Riau terus melakukan kajian terhadap arsip-arsip serta peninggalan semasa perjuangan Tengku Buwang Asmara.
"Kami berharap mendapat dukungan terhadap usulan sultan ke dua Kerajaan Siak tersebut untuk menjadi pahlawan nasional pada 2021 mendatang," terang Idris.
Dinas Sosial Siak, tambahnya, berperan sebagai fasilitator dalam pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut.
"Dan di dalam tim tersebut ada budayawan, tokoh masyarakat, serta dosen dan peneliti seperti Datuk Drs OK Nizami Jamil, Profesor Suwadi MS, Dr Wilaela MAg, Prof Dr Isjoni MSi, Datuk Azali Djohan SH, Dr Ellya Roza MHum, Reza Pahlefi, Cindy Shandoval," tuturnya.
Diceritakannya berdasarkan hasil dari kajian TP2GD, Kerajaan Siak yang berlangsung lebih dari dua Abad (1723-1945) merupakan salah satu kerajaan besar pemegang estafet kemaharajaan Melayu setelah Kerajaan Melaka jatuh ke tangan Portugis (1511) dan dilanjutkan oleh Kerajaan Johor-Riau.
"Kerajaan Siak didirikan oleh Raja Kecik gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1746) berpusat di Buantan," kata Wan Idris.
Sepeninggal Raja Kecik, lanjut Wan Idris, penerusnya adalah Tengku Buwang atau Raja Muhammad atau dikenal juga dengan Sultan Mahmud gelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah. Tengku Buwang memimpin dari tahun 1746 hingga 1760.
"Sultan Tengku Buwang Asmara adalah sultan kedua Kerajaan Siak yang telah berjuang dalam waktu yang lama dan tidak kenal menyerah terhadap kompeni Belanda yang mencoba menguasai Kerajaan Siak," sebut Wan Idris.
Dari hasil kajian TP2GD itu, tambah Wan Idris, dikisahkan sebelum menjadi Sultan Tengku Buwang Asmara sudah menjalani perang bersama ayahnya Raja Kecik.
Sultan Mahmud juga dikenal berani dan andal serta memiliki taktik dan strategi perang yang sangat jitu, sehingga Kerajaan Siak menang telak dalam Perang Guntung.
"Perang Guntung ini berlangsung lebih dari satu kali yang mana pasukan Siak yang mengarungi Sungai Siak untuk sampai ke sana. Dinamakan dengan Perang Guntung (1752-1759)," jelasnya, saat menceritakan perjuangan heroik Sultan Tengku Buwang Asmara.
Berita Terkait
-
Pro Kontra Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Dihapus, Mantan Guru Angkat Bicara
-
234 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Kemenag Sebut Jumlahnya Turun Ketimbang Tahun Lalu
-
Miris! Sakit Hati Sering Dibully, Santri Nekat Bakar Ponpes Tewaskan 2 Orang Di Siak
-
Sekda Riau Hariyanto Malah Cengar-cengir saat Dicecar soal Kekayaannya yang Diduga Janggal
-
Dicecar Soal Kekayaannya yang Diduga Janggal, Sekda Riau Malah Cengar-cengir
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kronologi 'Deal-dealan' Kasus Narkoba Berujung 7 Polisi Pekanbaru Dihukum Patsus
-
Rocky Gerung Ikut Padamkan Karhutla di Dumai, Begini Tanggapannya
-
Bayar Pajak Kendaraan di Riau Bisa Dapat Emas Batangan dan Sepeda Motor
-
BRI Perkuat Manajemen Risiko Perbankan di Tengah Tekanan Geopolitik Global
-
Kasatnarkoba Polresta Pekanbaru Dicopot Imbas Terima Duit buat Lepas Pelaku Narkoba