SuaraRiau.id - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut vaksinasi Covid-19 diperlukan, sebelum pemberian vaksin dilakukan Januari tahun depan.
Menkes Terawan mengatakan, pemerintah melakukan di Kota Bogor dan tiga daerah lainnya dengan tujuan untuk menghitung dan memperkirakan berbagai hal agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar dan akurat.
"Pemerintah harus menghitung berbagai faktor, seperti waktu dan frekuensi penyuntikan, jumlah tenaga medis, hingga ketersediaan tempat dalam menjalankan program vaksinasi," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, menjawab pertanyaan wartawan, saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Puskesmas Tanah Sareal, di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020) dilansir ANTARA.
Kota Bogor adalah salah satu dari empat daerah yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan simulasi vaksin Covid-19.
Tiga daerah lainnya adalah Rumah Sakit Sulianti Saroso di Jakarta, Kabupaten Badung di Bali, dan Kota Ambon, Maluku.
Menurut Terawan, Kementerian Kesehatan terus melakukan simulasi, agar nantinya pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19, semuanya sudah siap, waktu dan frekuensinya terukur, serta alur pelaksanaannya tepat.
"Karena itu, kita lakukan latihan terus dan koordinasi dengan semua elemen, baik wakil rakyat, pemerintah daerah, dan juga dengan WHO," katanya.
Sasaran lainnya, kata dia, simulasi pemberian vaksin sekaligus sosialisasi, agar masyarakat dapat memahami tata caranya dan tidak takut, pada saat pelaksanaan vaksinasi nantinya.
"Saat ini dilakukan simulasi agar terbuka, masyarakat tahu disuntik seperti ini, diperiksa seperti ini dan dikontrol seperti ini, sehingga masyarakat menjadi jelas apa yang mesti dilakukan," terangnya.
Baca Juga: Sulawesi Selatan Dapat Jatah 5 Juta Vaksin, Tenaga Kesehatan Mulai Latihan
Ditanya, kapan pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid-19, Terawan mengakan, pemerintah masih menunggu kiriman vaksinnya.
Menurut Terawan, hingga saat ini belum ada negara yang berhasil menemukan vaksin Covid-19. Seluruhnya masih menempuh uji klinis tahap tiga, termasuk vaksin Merah Putih yang dibuat oleh Bio Farma di Bandung.
Terawan menyatakan, belum bisa menyebutkan merek vaksin yang akan diberikan pada vaksinasi, tapi vaksin itu terdaftar dalam daftar vaksin di. WHO.
"Kita akan membeli vaksin yang sudah ada di list WHO, dan kita juga meminta masukan kepada WHO apa yang rasional, karena dinamikanya luar biasa," kata Terawan. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Pernah Ribut Gegara Terapi Cuci Otak, Apa Reaksi IDI usai Dokter Terawan Jabat Penasihat Khusus Prabowo?
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Tanpa Ujian, Status Jadi PNS dengan Tes
-
Langgar Keimigrasian, Wanita asal Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru
-
Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru
-
Dana PSR Rp1,9 Triliun Disalurkan untuk Puluhan Ribu Petani Sawit di Riau
-
Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap