Eko Faizin
Rabu, 11 November 2020 | 09:15 WIB
Ketua Umum PB Forki Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan sambutan saat membuka Seleksi Akhir Timnas Inti Karate Asian Games 2018 di Sport Hall Hotel Arra Lembah Pinus, Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (11/6). [Antara/Arif Firmansyah]

SuaraRiau.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memberikan banyak tanda jasa kepada para pahlawan, juga kepada sejumlah tokoh yang sering mengkritisinya.

Pada Agustus lalu, Jokowi memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon di Istana Negara, Kamis (13/8/2020), pagi.

Hari ini Rabu (11/11/2020), Presiden Jokowi akan memberikan penghargaan Bintang Mahaputera kepada sejumlah tokoh lagi, di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Gatot melalui gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) belakangan ikut mempengaruhi perpolitikan nasional.

Apakah Gatot akan hadir untuk menerima tanda kehormatan?

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan dia akan hadir di Istana. Beberapa waktu yang lalu, Gatot sudah mengambil undangan dan menyatakan kesediaan untuk menerima tanda kehormatan dari Kepala Negara.

Sebanyak 68 tokoh akan menerima tanda kehormatan. Sejauh ini, baru 49 orang yang telah mengonfirmasi untuk datang.

Konfirmasi kehadiran ditandai dengan pendaftaran untuk melakukan swab test Covid-19 di Istana.

"Mungkin malam ini, sore ini beliau-beliau yang terhormat itu kan lagi baca lagi ini. Nanti akan terus meningkat jumlahnya (yang konfirmasi hadir)," tutur Heru.

Swab test merupakan syarat wajib bagi para tamu negara maupun menteri yang akan datang ke Istana. Swab test bisa dilakukan di Istana atau di luar Istana.

Load More