SuaraRiau.id - Sebuah penelitian di Jepang menyebut pasien diabetes yang mengonsumsi kopi dan teh hijau lebih panjang umur. Apa alasannya?
Menurut sebuah studi observasi baru yang terbit dalam jurnal online BMJ Open Diabetes Research and Care, minum kopi dan teh hijau dalam jumlah tertentu bisa menurunkan risiko kematian pasien diabetes.
Para peneliti melacak kesehatan sekitar 4.923 orang di Jepang dengan diabetes tipe 2 selama sekitar 5 tahun. Partisipan terbagi menjadi 2.790 pria dan 2.133 adalah wanita.
Mereka mengisi kuesioner yang terdiri dari 58 pertanyaan tentang kebiasaan makan dan minum, termasuk berapa banyak teh hijau dan kopi yang dikonsumsi setiap hari.
Peserta juga diminta untuk memberikan informasi tentang seberapa sering mereka berolahraga dan apakah mereka merokok atau mengonsumsi alkohol, berapa lama rata-rata mereka tidur setiap malam, di antara pertanyaan gaya hidup lainnya.
Dari 4.923 orang yang disurvei, 607 mengatakan mereka tidak minum teh hijau sama sekali, dan 1.143 mengatakan mereka minum secangkir sehari.
Sekitar 1.384 mengatakan mereka minum dua hingga tiga cangkir sehari, dan 1.784 melaporkan minum empat cangkir atau lebih setiap hari.
Sedangkan untuk konsumen kopi, 994 mengatakan mereka tidak minum dan 1.306 mengaku minum satu cangkir setiap hari.
Sementara 963 lainnya mengatakan mereka minum satu cangkir kopi setiap hari, sementara 1.660 mengatakan mereka mengonsumsi dua cangkir.
Baca Juga: Gatal di Area Organ Intim, Waspadai Gejala Tersembunyi Diabetes
Selama lima tahun para peserta dilacak, 309 meninggal dengan penyebab utama kematian adalah kanker dan penyakit kardiovaskular.
Para peneliti mencatat bahwa dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh hijau atau kopi, mereka yang minum satu atau kedua minuman memiliki kemungkinan lebih rendah untuk meninggal karena sebab apapun.
Kemungkinan terendah terkait dengan meminum lebih banyak teh hijau dan kopi.
Lebih khusus lagi, untuk teh hijau, minum hingga satu cangkir sehari dikaitkan dengan risiko kematian 15 persen lebih rendah.
Sementara mereka yang minum antara dua dan tiga cangkir memiliki risiko 27 persen lebih rendah.
Minum empat cangkir atau lebih teh hijau dikaitkan dengan risiko kematian 40 persen lebih rendah.
Berita Terkait
-
Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari
-
Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan
-
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!
-
Apakah Matcha Mengandung Kafein? Ini Perbandingannya dengan Kopi
-
Kopi Oleh-oleh Khas Nusantara: Menikmati Keautentikan Tradisi dalam Setiap Cangkir
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah